Diduga Salahi Aturan Amdal, Dewan Jembrana Cek Proyek di Medewi

picsart 22 04 14 18 08 34 080
SIDAK - Dewan Jembrana, Kamis (14/4/2022) melakukan sidak ke Pantai Medewi, Kecamatan Pekutatan.

Negara, DENPOST.id

Ketua DPRD Kabupaten Jembrana, Ni Made Sri Sutharmi, didampingi Ketua Komisi I Ida Bagus Susrama dan Ketua Komisi III I Dewa Putu Merta Yasa, Kamis (14/4/2022) sidak ke Pantai Medewi, Kecamatan Pekutatan.
Sidak ini menindaklanjuti laporan masyarakat terkait adanya dugaan adanya proyek menyalahi aturan analisis dampak lingkungan (amdal) dan eksploitasi pasir laut di Pantai Medewi.

Saat melakukan pemantauan, terlihat beberapa alat berat dan mobil truk lalu-lalang mengangkut pasir atau tanah di bibir pantai yang dikeruk alat berat untuk dipindahkan ke samping senderan sungai.
Karena tidak mempunyai izin galian c atas pengerukan tanah atau pasir bibir pantai, dan diduga menyalahi amdal, Ketua DPRD Jembrana beserta timnya langsung memanggil pemilik tanah tersebut.

Baca juga :  Anggaran MPP Ditunda untuk Antisipasi Penanganan Covid-19

Sri Sutharmi mengatakan, setelah melakukan pemantauan dan pengecekan kebenarannya, pihaknya langsung meminta konfirmasi proyek senderan sungai yang digarap BWS tersebut sudah selesai dan sudah diserahterimakan. Akan tetapi menurut penuturan dari pengurus tanah, pengerukan tersebut untuk membuat akses jalan menuju tempat melasti bagi dua desa yaitu Desa Medewi dan Desa Pulukan.

“Masyarakat Medewi katanya berkeinginan untuk memohon kepada pemilik tanah di pinggir Pantai Medewi ini untuk dibuatkan lahan tempat melasti bagi umat Hindu. Berdasarkan kemurahan hati pemilik tanah tersebut, diberikanlah tempat untuk melasti dan dibuatkan akses,” katanya.

Baca juga :  Tahun Ini, Abrasi di Gilimanuk Ditangani

Yang jadi permasalahannya, lanjut Sri Sutharmi, pengerukan yang dilakukan oleh pemilik lahan ini sudah mengambil sempadan sungai dan sempadan pantai. “Ini yang ingin kita luruskan kepada pemilik tanah tersebut. Nanti kita akan mediasi bertemu bersama Perbekel Pulukan dan Perebekel Medewi kita ajak bareng berbicara,” ungkapnya.

Untuk sementara, dia meminta aktivitas pengerukan tanah atau pasir di sempadan pantai dan sungai itu disetop sampai mendapatkan jalan keluarnya.
Suryanto, pengurus tanah tersebut menyambut baik saran yang diberikan Ketua DPRD Jembrana beserta timnya. Dia mengaku sebelumnnya atas permintaan warga dua desa untuk dibuatkan tempat melasti dikarenakan bertahun-tahun tidak mempunyai tempat melasti, sehingga dirinya langsung memperjuangkan untuk minta bantuan kepada pemilik tanah yang tinggal di Jakarta. Atas perjuangan tersebut pemilik tanah memberikan tanah untuk umat Hindu mengadakan pemelastian. (120)

Baca juga :  Tekan Kasus Covid-19, Kodim Jembrana Gencarkan Sidak  Prokes

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini