Sanur Kauh dan Kesiman Kertalangu Raih Penghargaan Desa Zero Waste dari Kemendagri

picsart 22 04 19 18 12 27 330
ZERO WASTE - Perbekel Desa Sanur Kauh, I Made Ada, dan Perbekel Desa Kesiman Kertalangu, I Made Suena, saat menerima penghargaan Desa Zero Waste Kementerian Dalam Negeri yang diserahkan Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri, Yusharto Huntoyungo, mewakili Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian.

Dauh Puri, DENPOST.id

Dua desa di Kota Denpasar, kembali sukses mendulang prestasi tingkat nasional. Keduanya, yakni Desa Sanur Kauh, dan Desa Kesiman Kertalangu Kota Denpasar, yang meraih penghargaan Desa Zero Waste Kementerian Dalam Negeri. Penghargaan diserahkan Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri, Yusharto Huntoyungo, mewakili Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, yang diterima langsung Perbekel Desa Sanur Kauh, I Made Ada, dan Perbekel Desa Kesiman Kertalangu, I Made Suena, dalam rangkaian pembukaan gelaran Indonesia International Waste Expo (IIWAS) Trisenses Bali Tahun 2002, di Park 23 Creative Hub, beberapa waktu lalu.

Baca juga :  Tutup Wilayah, Upaya Pencegahan Untuk Lindungi Masyarakat

Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri, Yusharto Huntoyungo mengatakan Kemendagri memiliki peran dalam mendukung pengelolaan persampahan di daerah. Dukungan itu, sesuai dengan tugas dan fungsi Kemendagri sebagai koordinator pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah dalam pengelolaan persampahan.

“Kemendagri mendukung antara lain melalui fasilitasi perizinan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), koordinasi perencanaan dan penganggaran (RKPD dan APBD), fasilitasi model kerja sama pengelolaan persampahan, serta fasilitasi pengelolaan keuangan daerah terkait retribusi penanganan sampah,” terangnya

Sementara Perbekel Desa Sanur Kauh, I Made Ada, dan Perbekel Desa Kesiman Kertalangu, I Made Suena mengaku bersyukur atas diraihnya penghargaan ini. Hal ini tentu tidak lepas dari sinergitas antara aparatur desa, masyarakat dan pihak swasta, serta pemangku kepentingan lainnya. Tentunya, dengan diraihnya penghargaan ini diharapkan mampu secara berkelanjutan memastikan program penanganan sampah di desa berjalan dan berkemanfaatan dengan baik.

Baca juga :  TBTJ Resman Berbagi di Masa Pandemi

“Penghargaan ini akan kami jadikan cambuk untuk terus berinovasi, serta membangun sinergi dalam mewujudkan desa yang bersih dan mampu menangani sampah secara berkelanjutan, serta diharapkan dapat mendukung ecotourism,” ujarnya. (112)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini