Tipu Ribuan Orang, Bos Investasi Bodong Belum Tersentuh Polisi

angkut
PINDAHKAN BARANG - Setelah beritanya viral di media massa, pihak PT GSI langsung memindahkan barang-barangnya dari kantor di wilayah Saba, Gianyar, entah dibawa kemana. (DenPost/ist)

Padangsambian, DenPost.id

Aparat kepolisian enggan memberikan keterangan mengenai penggerebekan kantor PT Goldkoin Savelon Internasional (GSI) di Jalan Nangka selatan No.66 A, Denpasar, beberapa waktu lalu. Padahal pemilik koperasi bodong itu diduga menipu lebih dari 3.500 warga di Bali. Kendati mengakibatkan kerugian lebih dari Rp 80 miliar, ternyata bos besar PT GSI yakni Adam Rizki masih bebas berkeliaran alias belum tersentuh polisi hingga Jumat (22/4/2022).

Penggerebekan dan penyegelan Kantor PT GSI dilakukan aparat Satreskrim Polresta Denpasar bersama OJK pada Selasa (19/4/2022) sekitar pukul14.30. Aparat lalu memasang garis polisi di pintu kantor yang diketahui sudah tidak beroperasi sejak beberapa waktu belakangan ini.

Dimintai konfirmasi mengenai perkembangan kasus tersebut, Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu Ketut Sukadi mengaku tidak tahu-menahu tentang hal itu. “Laporan dan informasinya belum masuk ke humas,” tegasnya singkat, Jumat kemarin.

Begitu juga dengan Kabid Humas Polda Bali Kombes Syamsi enggan memberikan komentar. Dia hanya mengaku akan mengecek ke pihak yang menanganinya.

Baca juga :  Ditetapkan Zona Merah, Warga Pemogan Sempat Resah

Sedangkan informasi lain dihimpun DenPost, setelah viralnya berita kasus penipuan investasi bodong itu, PT GSI langsung memindahkan barang-barangnya dari kantor di wilayah Saba, Gianyar. “Mereka diduga menghilangkan barang bukti sebelum polisi mengambil tindakan. Meski sudah ada laporan sejak 8 April 2022, Polda Bali belum bertindak,” kata sumber DenPost.

Dimintai konfirmasi, Komisaris PT GSI yang juga sekretaris pada Koperasi Konsumen Keluarga GSI, Kadek Agus Herry Susanto, malah mengaku bahwa dia juga menjadi korban dari perusahaan tempatnya bekerja itu.

Baca juga :  RSUD Wangaya Buat Alat Pelindung Wajah

Bahkan Kadek Agus mengaku memegang dua jabatan dalam perusahaan milik Adam Rizki ini. Dia tidak mendapat gaji dan merugi ratusan juta rupiah. Dia juga kaget setelah beredar berita mengenai penyegelan kantor PT GSI. Tak hanya itu, kadek Agus dikejutkan dengan selebaran surat pemberitahuan yang menggunakan nama dan tanda tangannya sebagai sekretaris. Justru pria asal Buleleng ini mengaku bahwa dia hanya sebagai pelengkap struktur pada perusahaan tersebut. “PT GSI mulai dirintis tahun 2022, dan aktif pada 21 Febuari 2021. Setelah itu saya diminta Adam agar jangan melakukan apa-apa. Semua dikendalikan oleh dia. Mulai 1 Agustus 2021 saya tidak aktif lagi, namun saya masih tercatat sebagai komisaris di PT GSI dan sekretaris di Koperasi Konsumen Keluarga GSI,” ungkap Kadek Agus.

Baca juga :  Sembuh dari Corona, Pasien Hamil Melahirkan

Setelah tersandung masalah hukum, barulah dia sadar kalau dia juga menjadi korban. Dia mengaku tidak pernah membuat surat apa pun, apalagi mengedarkannya. Sampai saat ini dia tidak tahu dari mana sumber surat yang mencatut namanya itu.

Kadek Agus menyebut bahwa selama ini komunikasinya dengan Adam, yang kini diburu polisi, hanya sebatas sebagai teman. “Setelah selesai pembentukan koperasi, saya tidak pernah berbuat apa pun. Sejak awal Agustus 2021 saya tidak aktif di PT GSI. Pengangkatan pejabat apa pun seperti direktur atau manajer, saya sama sekali tidak tahu,” ungkapnya.

Kadek Agus juga mengaku kalua dia mau bekerja sama dengan Adam hanya karena pertemanan. (yan)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini