Laporan Dihentikan Polisi, WN Malaysia Surati Kapolda Bali dan Kapolr

lingkuh
PERLIHATKAN SP2HP- Ng Boon Kwee (kanan) didampingi penasihat hukumnya, Ni Wayan Umi Martina, memperlihatkan (SP2HP) yang dikeluarkan penyidik Polres Badung. (DenPost.id/wiadnyana)

Denpasar, DenPost.id

Tak hanya kecewa dikhianati sang istri, seorang warga Malaysia bernama Ng Boon Kwee (68) juga merasa tak mendapat keadilan dari polisi di Bali. Sebelumnya, Ng Boon yang akrab disapa Daniel ini, menggerebek istrinya, MM, bersama seorang pengacara berinisial AR, di kamar vila. Namun ternyata aparat Satreskrim Polres Badung menghentikan penanganan kasus dugaan perselingkuhan itu.

Selain diduga selingkuh, MM juga diduga menelantarkan tiga anaknya. Lantaran tidak mendapat keadilan, Daniel kemudian menulis surat ke Kapolda Bali dan Kapolri untuk mohon keadilan. Pria kelahiran Selangor itu didampingi penasihat hukumnya, Ni Wayan Umi Martina, pada Minggu (24/4/2022),  menceritakan peristiwa yang dialaminya. Awalnya pada Januari 2022, MM meninggalkan rumah selama dua hari. Lantaran curiga, Daniel lantas melapor ke Polsek Kuta Utara. Polisi membantu Daniel melakukan pencarian sampai kemudian menemukan lokasi sang istri di salah satu vila di Kuta Utara pada 8 Januari 2022.

Baca juga :  Puskesmas Banjarangkan II Dijadikan Karantina ODP "Bandel"

Didampingi beberapa anggota Polsek Kuta Utara, Daniel menggerebek vila tersebut. Benar saja, MM kedapatan sedang bersama pria lain yang belakangan ini diketahui berinisial AR. “Saya temukan dia dengan pria lain pukul 23.00 di vila,” jelas Daniel.

Selanjutnya MM, AR dan beberapa barang bukti, dibawa ke Polres Badung untuk diperiksa atas kasus dugaan perzinahan sesuai Pasal 284 KUHP. Setelah penyelidikan berjalan sekitar dua pekan, tepatnya pada 28 Januari 2022, penyidik Polres Badung mengeluarkan surat pemberitahuan perkembangan hasil pengawasan penyelidikan (SP2HP) yang isinya menghentikan perkara tersebut. ”Alasannya waktu itu kurang alat bukti,” ucap Daniel, dengan wajah sedih sambil menunjukkan SP2HP.

Baca juga :  Temuan Mayat di Sungai Petanu, Diduga Jasad Komang Ayu

Terpukul karena merasa tidak mendapat keadilan, Daniel berjuang untuk dapat melanjutkan laporannya dengan bersurat ke Dit. Reskrimum Polda Bali, Bid. Propam Polda Bali hingga Irwasda Polda Bali. Saat itu, dia diminta mencari legal opinion dari saksi ahli pidana untuk dipakai rujukan memeriksa kasusnya. Daniel lalu minta pendapat ahli dari Unud, Gde Made Swardhana, yang intinya menyatakan dalam kasus ini alat bukti cukup untuk bisa dilanjutkan ke tahap selanjutnya. “Saya juga sudah bersurat ke Kapolri dan Kapolda Bali untuk minta perlindungan hukum, dan minta keadilan dalam perkara saya ini,” tegas Daniel.

Kuasa hukum Daniel, Umi Martina, menambahkan dalam perkara ini, polisi seyogianya tidak hanya berpatokan pada satu pasal yakni Pasal 284 KUHP tentang perzinahan. Menurut dia, kasus ini bisa dijunktokan dengan pasal lain seperti UU Perlindungan Anak, dan UU Penghapusan KDRT. Meski begitu, dia dan Daniel tetap mengapresiasi langkah-langkah polisi dalam menangani perkara ini. “Polsek Kuta Utara sangat membantu saat menggerebek istri Daniel. Namun kami juga mohon penyelidikan dilanjutkan agar kasusnya terang-benderang, dan memberi keadilan hukum untuk klien kami,” pintanya.

Baca juga :  Respons Pembakaran Bendera PDIP, Koster Pimpin Pelaporan ke Polda Bali

Masih, menurut Umi, MM kini justru menggugat cerai Daniel di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. Menariknya, yang menjadi kuasa hukumnya adalah AR, pria yang diajaknya sekamar oleh MM di vila saat digerebek polisi dan Daniel.

Kasi Humas Polres Badung Iptu Ketut Sudana saat dimintai konfirmasi mengaku masih berkoordinasi ke bagian reskrim mengenai informasi ini. Sedangkan Kapolres Badung AKBP Leo Dedy Defretes enggan memberikan keterangan secara rinci. (yan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini