Wagub Bali Cok Ace: Wisatawan Tetap Lirik Wisata Kesehatan

cok
Wagub Bali Cok Ace

WISATA kesehatan (health tourism) sejatinya sudah lama berkembang di dunia. Walau dunia telah modern dan serba canggih, wisata kesehatan ini tetap dilirik wisatawan. Menurut Wakil Gubernur (Wagub) Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace), Pulau Dewata punya kekuatan di bidang wisata kesehatan. Kekuatan pertama yakni alam dan manusia yang memberikan vibrasi sehat bagi siapa saja. Artinya dengan datang ke Pulau Dewata, tanpa berobat saja wisatawan, sudah sehat. Kedua: dari segi potensi alam seperti tumbuh-tumbuhan yang bersifat ilmiah dan lontar Taru Permana yang sangat mendukung. ‘’Ini perlu diekspose walau itu merupakan cerita-cerita atau dongeng orang-orang tua kita,’’ tegas Cok Ace, belum lama ini.

Baca juga :  Lima Calon Kadis PUPR Provinsi Bali Jalani Seleksi

Selain itu, menurut Ketua PHRI Bali, ini  Pulau Dewata punya posisi secara geografis di antara dua benua dan dua samudera. Dengan demikian, bagi wisatawan yang ingin berobat ke Bali bukanlah merupakan kendala karena aksesibilitas (ketercapaian) yang gampang.

Sedangkan permasalah yang dihadapi Bali dalam pengembangkan wisata kesehatan, menurut Wagub, yakni faktor kebersihan, terutama sampah. Untuk itu pemerintah saat ini memikirkan upaya pemecahan sampah dengan sentralisasi dan TPA Suwung (sarbagita) yang nyatanya tak berjalan sesuai dengan harapan. Pemerintah kini mengeluarkan peraturan pengelolaan sampah berbasis hulu untuk mengatasi kelemahan selama ini. Kedua: dari sisi alam, Bali dan seluruh dunia menuju kawasan bebas polusi (green island). Bahkan Pemprov Bali merencanakan penggunaan kendaraan listrik dan energi terbarukan. ‘’Ini merupakan penguatan untuk menjadikan Bali, tak saja sebagai destinasi kesehatan, namun juga untuk masyarakat Bali secara keseluruhan,’’ tegas Penglingsir Puri Ubud ini.

Baca juga :  Tekan Masalah Sosial Akibat PKM, Jumlah Petugas Mesti Ditambah

Mengenai peluang Bali menerapkan wisata kesehatan, dia mengungkapkan sangatlah besar karena masyarakat sudah terbiasa hidup dengan dengan jiwa pelayanan luar biasa. Orang-orang tua sudah biasa dengan hospitality (hubungan antarmanusia yang didasari kasih dan keinginan untuk menolong sesame). Hal itu sebagai modal besar untuk bersaing dengan negara lain.

Sedangkan ancaman dari luar, menurut Cok Ace, yakni persaingan bisnis. Bicara bisnis, persaingan memang sangat kejam  antardestinasi di dunia. Beberapa negara tertentu menggunakan berbagai cara untuk dapat mengalahkan para pesaing. Terlebih jika wisata kesehatan ini belum muncul, termasuk mereka yang sudah ada pun masih goyah akibat ketatnya persaingan. Wisata kesehatan ini menyangkut kebersihan dan teknologi.

Baca juga :  Covid-19 di Kota Denpasar, 19 Pasien Sembuh dan Positif 11 Orang

Apakah Bali sudah berpromosi untuk memperkenalkan wisata kesehatan ini, Wagub mengatakan memang menuju ke arah sana. Bahkan Pemprov Bali mengukuhkan Asosiasi Bali Mahasadha yang mewadahi pelayanan kesehatan dengan kearifan lokal. Wadah dan tempatnya sudah dikoordinasikan dengan baik, sehingga bermanfaat bagi semua pihak. ‘’Koordinasi antara rumah sakit dengan pemerintah pun berjalan dengan baik,’’ tandas Cok Ace. (yad)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini