Peternak Babi dan GUPBI Desak Pemerintah Ikut Campur Tata Niaga Babi Potong

picsart 22 04 27 17 39 38 613
PETERNAK BABI - Kedatangan puluhan perwakilan peternak babi Gianyar, yang diterima pimpinan DPRD Gianyar, bersama Dinas Pertanian Gianyar di Gedung Dewan Gianyar, Rabu (27/4/2022)

Gianyar, DENPOST.id

Puluhan peternak babi di Kabupaten Gianyar, di bawah koordinasi Ketua Gabungan Usaha Peternak Babi Indonesia (GUPBI) Bali, mendatangi Gedung DPRD Gianyar, Rabu (27/4/2022).

Kedatangan mereka guna menyampaikan aspirasi ribuan peternak babi di Gianyar, diterima Ketua DPRD Gianyar, Wayan Tagel Winarta; Wakil Ketua DPRD Ida Bagus Gaga Adi Saputra; Ketua Komisi II Wayan Suartana, dan Anggota DPRD I Nyoman Ondo Wirawan. Para peternak babi ini minta dewan mendesak pemerintah ikut campur tangan dalam tata niaga babi potong atau babi hidup di Kabupaten Gianyar.

Ketua GUPBI Bali, I Ketut Hari Suyasa mengatakan hampir 300 orang peternak babi di Gianyar mendaftar untuk bisa hadir menyalurkan aspirasi di gedung DPRD Gianyar. Hari Suyasa menjelaskan, setelah peternak babi di Indonesia terserang virus African Swine Fever (ASF), hanya peternak di Bali dan Manado yang bertahan. Sementara peternak babi di Bali, terbanyak ada di Kabupaten Gianyar.

Peternak Babi di Gianyar, sedang dihadapkan kendala pemasaran atau tata niaga yang membutuhkan bantuan campur tangan pemerintah, sehingga peternak tidak merugi untuk memasarkan babi hidup ke luar daerah. Kondisi saat ini terjadi penurunan nilai jual produksi yang awalnya sudah ditetapkan harga babi hidup Rp45 ribu/kg.

Baca juga :  Tembok Roboh Timpa Bangunan Tetangga

Turunnya harga babi hidup ini karena kurang pengawasan pemerintah dalam mengantisipasi terkoreksinya harga babi hidup untuk pasar luar Bali, khususnya Jakarta turun menjadi Rp40 ribu hingga Rp41 ribu/kg berat hidup.

Dikatakan dia, melalui penyaluran aspirasi, peternak babi minta dewan ikut mengkomunikasikan terkait harga babi hidup. Dengan harga yang baik, ke depan diharapkan peternak rakyat di Kabupaten Gianyar bisa terus ditingkatkan produksinya.

Baca juga :  Lagi, Pengamen Diamankan

Sementara Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar, I Made Raka menyampaikan terkendala aturan pemerintah tidak bisa campur tangan dalam penentuan harga jual babi hidup ke luar daerah. Sebagai pemecahan, pemerintah melalui Dinas Pertanian akan mengimbau pelaku pengusaha antarpulau babi di Gianyar untuk berkomitmen membantu peternak dalam meningkatkan kesejahteraan peternak dan meningkatkan produksi babi ke depan.

Ketua DPRD Gianyar, Wayan Tagel Winarta mewakili Angggota Dewan yang hadir menerima peternak menyampaikan Dewan siap menerima aspirasi peternak babi di Kabupaten Gianyar. Tindaklanjut dewan segera melakukan rapat dan koordinasi dengan dinas terkait, khususnya Dinas Peternakan Kabupaten Gianyar, dan Bupati Gianyar, sehingga harapan peternak dalam pengaturan tata niaga ternak babi ke luar daerah sesuai dengan harapan peternak babi di Gianyar. (116)

Baca juga :  Rumah Pasangan Lansia Tak Mampu Roboh

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini