Gubernur Koster Optimistis Pelabuhan Sanur Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi di Denpasar

kosterku
TINJAU PROYEK PELABUHAN - Gubernur Bali Wayan Koster bersama Kadishub Provinsi Bali I Gede Wayan Samsi Gunarta saat meninjau proyek Pelabuhan Sanur di Pantai Matahari Terbit, Sanur, Denpasar Selatan, Rabu (27/4/2022). (DenPost.id/ist)

Sanur, DenPost

Gubernur Bali Wayan Koster bersama Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Provinsi Bali I Gede Wayan Samsi Gunarta meninjau proyek Pelabuhan Sanur di Pantai Matahari Terbit, Sanur, Denpasar Selatan, Rabu (27/4/2022).

Pada kesempatan itu Kepala Proyek Heru Wijanarko mengatakan secara keseluruhan, proyek Pelabuhan Sanur mencapai 74 persen. Pengerjaan terdiri atas bangunan penyeberangan yang rampung 91 persen dan diprediksi rampung tepat waktu pada Juni 2022. Sedangkan pengerjaan bangunan terminal baru mencapai 37 persen, sehingga diprediksi rampung tahun 2023.

Dalam sesi jumpa pers, Gubernur Koster menerangkan pembangunan Pelabuhan Sanur, yang merupakan salah satu diantara tiga pelabuhan yang dibangun di Provinsi Bali dengan rentang waktu setahun, mulai tahun 2021 hingga 2022. Dua lainnya yakni Pelabuhan Sampalan, Nusa Penida dan Pelabuhan Bias Munjul, Nusa Ceningan. “Pelabuhan Sampalan, Nusa Penida, sudah selesai dan di-plaspas awal April lalu. Kemudian Pelabuhan Bias Munjul, Nusa Ceningan, sudah saya tinjau, dan kontraknya selesai pekerjaan pada September, tapi sudah ada komitmen untuk mempercepat. Diupayakan selesai pada Juni 2022,” tegas Gubernur tamatan ITB ini.

Mengenai anggaran, pembangunan ketiga pelabuhan ini diperkirakan menelan biaya total Rp 570 miliar.  Sebanyak Rp 370 miliar di antaranya dimanfaatkan untuk Pelabuhan Sanur, sisanya Rp 200 miliar merupakan anggaran pembangunan Pelabuhan Sampalan, Nusa Penida, dan Pelabuhan Bias Munjul, Nusa Ceningan.

Baca juga :  30 PKK Dentim Diuji Cepat, Satu Orang Reaktif

Walaupun tidak sepenuhnya selesai pada Juni 2022, Gubernur Koster tetap bisa memahami karena terbentur kondisi yang ada. Pembangunan tak bisa dipaksakan untuk dipercepat, karena dalam pembangunan terminal terdapat penyesuaian yang memerlukan ketelitian, terutama dalam penyelesaian pekerjaan sehingga hasilnya pun menjadi bagus dan berkualitas. “Yang penting bagi saya adalah yang dikerjakan sesuai dengan desain yang diberikan, dan pekerjaannya betul–betul berkualitas. Ini merupakan pembangunan tiga pelabuhan baru sekaligus, dan pertama dilaksanakan di Provinsi Bali. Anggarannya saya upayakan melalui laporan langsung ke Bapak Presiden Ir. Joko Widodo mengenai kebutuhan pembangunan tiga pelabuhan ini, dan direspon oleh Bapak Menteri Perhubungan,” bebernya.

Baca juga :  Massa Bergerak, Aparat Siaga

Untuk itu, Gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng, yang sangat getol memperjuangkan pelestarian kebudayaan Bali ini, kembali mengingatkan pemborong agar hasil pekerjaan pelabuhan harus berkualitas. Dengan demikian bisa dimanfaatkan untuk pelayanan masyarakat penumpang ke Nusa Penida, Nusa Ceningan, dan Nusa Lembongan. Hal ini termasuk warga yang akan melaksanakan persembahyangan ke pura–pura di seputar ketiga pulau tersebut sebagai sarana transportasi regular harian, serta yang tak kalah penting pelayanan fasilitas bagi para wisatawan yang akan menyeberang ke Nusa Penida, Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan.

Baca juga :  Serokadan Diisolasi, Boleh Lakukan Skup Kecil

“Kita bersyukur bahwa tiga pelabuhan bisa dikerjakan sekaligus bersamaan, dan harapan tahun ini bisa selesai.  Kita di Bali  untuk pertama kalinya memiliki pembangunan tiga pelabuhan infrastruktur transportasi laut yang cukup memadai dengan anggaran yang sangat besar,  dan dibiayai penuh dari APBN,” pungkas Gubernur Koster. (wir)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini