Pemudik yang Jatuh ke Laut Belum Ditemukan

picsart 22 04 29 12 01 40 093
CARI KORBAN - Pencarian pemudik yang hilang di perairan Pengambengan, Kecamatan Negara, terus dilakukan.

Negara, DENPOST.id

Hingga saat ini petugas gabungan, baik Basarnas, Polair dan TNI AL melakukan pencarian Hermanto, pemudik yang mudik menggunakan sampan fiber dan jatuh ke laut, Kamis (28/4/2022) pagi.
Kepala Kantor Pos Pertolongan dan Pencarian Jembrana, Dewa Hendri, di markas TNI AL, Jumat (29/4/2022) mengatakan, pencarian hari ke-2 dilaksanakan sejauh 4 mill.

“Dari informasi tadi arusnya sangat kuat ke wilayah barat dan ombak juga tinggi. Sejauh ini kami belum menemukan korban. Nanti kami akan lakukan pencarian lagi,” jelas Dewa Hendri.
Dikatakan juga, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Basarnas Banyuwangi untuk ikut melakukan pencarian.

Baca juga :  Vaksinasi Covid-19 di Jembrana Baru 32 Persen

Sementara di rumah korban di Banjar Ketapang, Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, istri korban, Irna Aprilia tampak tengah menunggu kabar suaminya. Sejumlah warga dan kerabat berusaha membesarkan hati Irna. Sementara dua anaknya masih syok dan berada di dalam rumah.

Irna mengharapkan suaminya, Hermanto bisa segera ditemukan.
Dia mengatakan tidak memiliki firasat apapun ketika suaminya akan jatuh ke laut. “Tidak ada firasat apapun. Bahkan terkesan biasa saja,” jelasnya.

Baca juga :  Pasca Tahanan Kabur, Polres Jembrana Lakukan Revitalisasi Ruang Tahanan

Namun dia cuma merasa aneh saja di mana biasanya mereka mudik naik bus namun tumben suaminya memaksa untuk mengantar anak istrinya mudik naik sampan. “Biasanya kami naik bus. Tapi tumben suami saya mengajak mudik ke Muncar naik sampan. Kami punya sampan kayu biasa dipakai kerja suami saya. Tapi kemarin suami saya minjam sampan fiber temannya dan kami naik dari TPI,” katanya.

Baca juga :  Pensiunan PNS Tewas Gantung Diri, Diduga Karena Ini

Rencananya, setelah korban mengantar istri dan anaknya ke Muncar naik sampan, dia akan balik lagi ke Pengambengan dan kembali ke Muncar dengan naik motor.
Irna mengakui kalau suaminya mengajak anak istrinya naik sampan karena di Gilimanuk terlalu padat arus mudiknya. Demikian juga persyaratan mudik harus rapid test karena mereka belum vaksin booster. “Kami baru vaksin ke-II. Kalau vaksin booster harus nunggu jadwal lagi,” jelasnya. (120)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini