Viral Perlihatkan Alat Kontrasepsi di Pura Samuantiga di Medsos, Oknum Pemuda Dituntut “Ngaturang Guru Piduka”

picsart 22 04 29 19 31 05 903
KONTRASEPSI - Alat kontrasepsi (kondom) yang diperlihatkan oknum pemuda di areal Pura Samuantiga.

Gianyar, DENPOST.id

Dunia jagat maya belakangan ini kembali ramai, setelah viralnya sebuah video yang memperlihatkan barang tidak senonoh berupa alat kontrasepsi dalam pementasan calonarang di area Pura Samuantiga, Selasa (26/4/2022). Atas aksi yang membuat ramai medsos ini, membuat warga geram.

Sebab, pementasan calonarang yang dipercayai sakral apalagi di areal pura dalam keadaan karya agung tersebut, dicoreng oleh ulah oknum pemuda tidak bertanggungjawab. Dalam video tersebut, terekam gambar pemuda memperlihatkan suasana piodalan di Pura Samuantiga dan juga memperlihatkan alat kontrasepsi berupa kondom warna merah.

Dalam video itu, berisi tulisan “Mebalih calonarang x, ngalih lonte √,” diunggah dalam aplikasi media sosial Tiktok oknum tersebut. Namun kabar terakhir, setelah tayangan Tiktok ini ramai mendapat hujatan langsung dihapus. Atas viralnya video itu, masyarakat pun menjadi geram.

Kepala Desa Bedulu, I Putu Ariawan dikonfirmasi wartawan, Jumat (29/4/2022), membenarkan video viral tersebut lokasinya di areal Pura Samuantiga. Hal ini dilihatnya dari situasi pura pada video itu. Video tersebut, diambil saat pementasan seni calonarang.

Baca juga :  Jelang Idul Fitri, BBM di Jalur Mudik dan Wisata Terpenuhi dengan Baik

Ariawan mengaku baru mengetahui video tersebut, setelah ada warga yang mengirim lewat WA dan memperlihatkan langsung video tersebut. “Baru saya buka WA, memang benar ada video seperti itu. Saya merasa sangat kaget karena kontennya sangat tidak sopan dan tak senonoh,” katanya.

Atas kejadian ini, pihaknya mengundang secara terbuka pembuat video tersebut. Namun paginya dia telah membuat video klarifikasi. Namun, menurut Ariawan klarifikasi saja tidak cukup dan pihaknya minta untuk pelaku untuk ngaturang guru piduka.

Baca juga :  Wujudkan Ekonomi Kerthi Bali, Gubernur Koster Serap Aspirasi Komunitas Kreatif Digital

Ariawan menambahkan pelaku menyatakan akan hadir untuk melakukan klarifikasi. Oknum pemuda itu, dari Tabanan. Dia pun telah mengklarifikasi di media sosial. “Tapi tentu tidak hanya minta maaf seperti itu. Di samping kami ingin ada efek jera kepada anak muda yang ingin viral dengan menghalalkan segala konten. Bahwa kami ingin menyadari tidak semua hal bisa dipakai ajang main-main,” tegasnya.

Terhadap kasus ini, pihaknya masih memberikan kesempatan kepada oknum pemuda itu untuk minta maaf 3 x 24 jam untuk melakukan klarifikasi dihadapan prajuru adat, baik secara skala dan niskala. Jika tidak ada etikad baik dari pelaku, pihaknya akan membawa kasus ini ke ranah hukum. “Kami minta pelaku minta maaf, baik skala dan niskala. Secara niskala, wajib menghaturkan guru piduka di Pura Dalem Puri, dan Pura Samuantiga,” tegasnya lagi. (116)

Baca juga :  Syarat Masuk Bali Dipermudah, Komponen Pariwisata Berterima Kasih ke Gubernur

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini