Ratusan Warga Adat Segel Kantor Desa Adat Renon

picsart 22 05 01 13 44 36 049
DATANGI KANTOR - Kantor Desa Adat Renon, Jl. Tukad Balian, Gg. Pura Dalem didatangi ratusna warga, Minggu (1/5/2022).

Renon, DENPOST.id

Kantor Desa Adat Renon, Jl. Tukad Balian, Gg. Pura Dalem, Renon digeruduk ratusan warga adat setempat pada Minggu (1/5/2022). Mereka datang untuk menyegel kantor tersebut.

Wayan Sudarsa yang merupakan Pemucuk Sabha Desa Adat Renon mengatakan, kedatangan para warga itu merupakan puncak dari kekecewaan karena Jero Bendesa yang telah mundur dari jabatannya, namun masih berkantor dan diduga masih menggunakan fasilitas sebagai Jero Bendesa.

“Ini dilaksanakan karena pihak-pihak tertentu tidak menghormati hasil paruman desa,” ungkap Sudarsa. Dia menuturkan, berdasarkan paruman desa adat, Bendesa telah mundur dari jabatannya karena pertanggungjawabannya tidak diterima desa.

Dia menyebut pengunduran diri Jero Bendesa lama sudah diterima dan diputuskan dalam paruman desa adat yang merupakan rapat skala tertinggi di tingkat desa adat.

Baca juga :  Cegah Kerumunan, Peringatan Puputan Margarana Digelar Sederhana

“Beda antara berhenti dan diberhentikan. Akibat hukum sudah berhenti itu, semua kewenangan, fasilitas dan atribut itu dilepas. Tapi kenyataan, Jero Bendesa lama masih tetap ngantor,” terangnya.

Karena alasan itu, warga bergerak menyegel kantor desa lantaran cemas karena di dalam kantor terdapat banyak dokumen penting. “Oleh karena itu kantor desa kami segel agar tidak dimasuki oleh oknum-oknum tertentu,” ungkapnya.

Sudarsa mengatakan, Jero Bendesa mengundurkan diri setelah Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) selama era kepemimpinannya ditolak. Penolakan itu dikarenakan pengelolaan dana dan program kerja yang diduga tak transparan. Salah satunya karena muncul utang-utang.

Baca juga :  Uang Rp5 Miliar Tak Jelas, Puluhan Anggota Koperasi Datangi Gedung Dewan

“Ada utang-utang banyak, defisit, begitu, jadi banyak program-program yang tidak dikoordinasikan terlebih dahulu. Jadi artinya tahun anggaran tahun 2021 yang dipertanggungjawabkan kemarin melalui paruman desa adat itu tidak diterima,” tuturnya.

Atas pengunduran diri Bendesa yang lama, melalui paruman desa juga telah ditunjuk Pelaksana Tugas (Plt). Selanjutnya, paling lambat empat bulan ke depan akan dilakukan tahapan pemilihan Bendesa yang baru. (106)

Baca juga :  BAYI DALAM TAS GEGERKAN WARGA JALAN GUNUNG RINJANI

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini