Wisatawan Membeludak ke Nusa Penida, Akses Jalan ke Objek Wisata Krodit

picsart 22 05 01 19 22 54 695
KRODIT - Kondisi akses jalan di Nusa Penida, yang krodit akibat lonjakan wisatawan, Minggu (1/5/2022)

Semarapura, DENPOST.id

Prediksi wilayah Nusa Penida, Klungkung, akan ramai dikunjungi wisatawan saat liburan Idul Fitri, mulai ada kenyataan. Hal ini terlihat, dengan meningkatnya aktivitas penyeberangan di pelabuhan tradisional di Desa Kusamba, Dawan, Klungkung, Minggu (1/5/2022).

Penumpang yang ramai menyebrang didominasi warga lokal yang melakukan wisata spiritual ke Nusa Penida.

Kepala Bidang Angkutan dan Sarana Dishub Kabupaten Klungkung, I Komang Sudiarta menjelaskan peningkatan arus penumpang ke Nusa Penida, sudah terjadi sejak Sabtu, 30 April 2022. Peningkatan penumpang terjadi di semua pelabuhan, yakni di Tribuana, Banjar Bias, dan Kampung Kusamba.

“Penumpang yang ramai menyeberang ke Nusa Penida, didominasi warga lokal. Mereka bersembahyang ke beberapa pura di Nusa Penida, sambil berwisata,” ungkap Sudiarta.

Baca juga :  Bangkai Babi di Bakas Akhirnya Dikubur

Menurut Sudiarta, rata-rata setiap pelabuhan sudah melayani 11 kali keberangkatan ke Nusa Penida, dengan kapasitas 60 penumpang dalam sekali keberangkatan. Padahal saat hari-hari normal paling banyak terdapat delapan kali keberangkatan setiap harinya.

“Selain warga lokal, saya juga dapat informasi ada wisatawan asing yang menyeberang menuju Lembongan. Jumlah wisatawan asing memang tidak seberapa, tapi sudah mulai ada,” jelasnya.

Sementara lonjakan kunjungan wisatawan ke Nusa Penida juga diakui Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta. Menurut Suwirta, lonjakan kunjungan ke Nusa Penida meningkat hampir 300 persen. Hal inipun juga diakui membuat situasi jalan di Nusa Penida krodit.

Baca juga :  Diduga Arus Pendek, Kios Pedagang di Pasar Dawan Klod Terbakar

“Tadi saya ikut memantau langsung kemacetan tersebut. Kemacetan karena pengunjungnya berkali-kali lipat ke Nusa Penida, saat liburan ini,” ungkap bupati, Suwirta

Menurut bupati Suwirta, kondisi kemacetan ini juga diperparah karena banyaknya mobil yang parkir di pinggir jalan, sehingga kendaraan sulit melintas. Sementara di pos pemungutan retribusi, arus lalu lintas relatif lancar.

“Pelabuhan Banjar Nyuh, sekarang dalam tahap penataan, jadi mobil itu banyak parkir di pinggir jalan. Ini yang buat macet. Kemacetan paling parah ada di sekitar ruas jalan Banjar Nyuh,” jelas Suwirta.

Baca juga :  Bupati Mahayastra : Jabatan Miliki Tanggung Jawab Besar

Dengan adanya persoalan tersebut, bupati asal Ceningan ini juga sudah menugaskan Dinas Perhubungan, untuk mengerahkan sebagian besar personelnya untuk pengaturan lalu lintas di Nusa Penida. Bahkan ia mengajak semua stakeholder fokus tangani lonjakan kunjungan wisatawan ke Nusa Penida. (119)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini