Bupati Giri Prasta Hadiri Diksa Pariksa Griya Dalem Sibanggede

picsart 22 05 03 19 39 18 339
UPACARA PEDIKSAN - Bupati Badung, Nyoman Giri Prasta, saat menghadiri upacara rsi yadnya Pediksan Ida Bagus Wisnawa, dan Ida Ayu Sri Wahyuni, di Griya Dalem Sibanggede, Br. Mengwi, Desa Sibanggede, Kecamatan Abiansemal, Selasa (3/5/2022)

Mangupura, DENPOST.id

Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta menghadiri upacara diksa pariksa serangkaian upacara Rsi Yadnya Pediksan Ida Bagus Wisnawa dan Ida Ayu Sri Wahyuni, di Griya Dalem Sibanggede, Br. Mengwi, Desa Sibanggede, Kecamatan Abiansemal, Selasa (3/5/2022). Guna mendukung upacara pediksan, Bupati Giri Prasta menyerahkan dana punia sebesar Rp50 juta.

Secara pribadi, bupati juga mepunia Rp20 juta. Turut hadir Ida Pedanda Nabe lan ida pedanda lanang-istri, Anggota DPRD Badung I Nyoman Gede Wiradana: Kadis Kebudayaan I Gede Eka Sudarwitha; Sekretaris PHDI Badung, I Wayan Sukarya, bersama tim Diksa Pariksa, Camat Abiansemal, IB Putu Mas Arimbawa, dari Kantor Kementerian Agama, majelis desa adat, Perbekel dan Bendesa Adat Sibanggede.

Baca juga :  Kunjungan Turun Drastis, Pengelola Kafe Kedonganan Harapkan Ini

Dalam kesempatan tersebut, atas nama Pemerintah Kabupaten Badung, Bupati Giri Prasta mengucapkan selamat atas terlaksananya upacara pediksan di Griya Dalem Sibanggede. Semoga rangkaian upacara pediksan dapat berjalan dengan baik dan lancar. Sebagai wujud komitmennya dalam melestarikan keberadaan griya dan puri, Blbupati akan siap memfasilitasi kebutuhan operasional di griya, seperti adanya perpustakaan maupun sanggar.

Lebih lanjut dijelaskan Gori Prasta, setelah melaksanakan upacara medwijati, sang sulinggih patut melaksanakan lontar Catur Bandana Dharma. Pertama, Amari Aran yakni seorang sulinggih tidak lagi menggunakan nama kelahiran. Namanya berganti sesuai dengan abiseka yang diberikan oleh Nabe. Kedua, Amari Sesana yakni perubahan perilaku, karena sulinggih tidak lagi berperilaku seperti umat pada umumnya. Termasuk dalam urusan berbusana.

Baca juga :  Undiksha Bina Industri Rumahan pada Masa Pandemi

Ketiga, Amari Wesa yakni seorang sulinggih memiliki standar penataan rambut, sesuai dengan aliran yang diambil sulinggih tersebut, dan keempat, Amulahaken Guru Susrusa yakni seorang sulinggih harus taat dan bakti kepada guru spiritualnya atau Nabe yang dalam kehidupan seorang sulinggih juga merupakan Siwa Sekala. Selain itu, ada pula lontar Bongkol Pangasrayan yang memuat tentang Tingkahing Adiksa dalam melenyapkan sudra wangsa, wesya wangsa dan ksatrya wangsa menjadi wangsa pandita dewata atau windu dewa, seorang wiku sejati.

Baca juga :  Rampungkan Berkas Perkara Perusakan Toko, Polisi Periksa Saksi Ahli

Sementara Manggala Upacara Diksa Pariksa, IB Made Widnyana menyampaikan keberadaan Ida Sang Diksita, Ida lahir di Denpasar, 26 Juni 1965 bernama Ida Bagus Wisnawa dan istri Ida Ayu Sri Wahyuni, serta sudah memiliki empat anak lanang-istri. Untuk meningkatkan kesucian, Ida sudah melaksanakan sesana brahmana walaka. Ditambahkan dia, mengenai dudonan upacara, telah dimulai sejak 19 April 2022, dengan matur piuning.

Setelah diksa pariksa dilanjutkan dengan upacara mapinton lan ngekes pada 14 Mei. Sementara puncak karya pediksan pada 15 Mei 2022. (a/115)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini