Pabrik Mikol di Tegalbadeng Timur Dipertanyakan

picsart 22 05 04 16 26 49 457
PABRIK - Aktivitas rencana pembangunan pabrik minuman beralkohol (mikol) di Desa Tegalbadeng Timur, Kecamatan Negara dipertanyakan.

Negara, DENPOST.id

Aktivitas rencana pembangunan pabrik minuman beralkohol (mikol) di Desa Tegalbadeng Timur, Kecamatan Negara dipertanyakan.
Pembangunan pabrik ini diduga belum berizin dan dekat dengan pondok pesantren.
Dari informasi, Rabu (4/5/2022) sosialisasi memang sudah dilakukan beberapa waktu lalu.
Namun warga dan tokoh masyarakat belum sepakat setuju mengingat yang dibangun rencananya pabrik mikol.

Sementara pembangunan pondasi dan pagar sudah dilakukan di lahan yang berada di pinggir jalan provinsi Kota Negara-Pengambengan tersebut.
Sejumlah tokoh mengaku tidak setuju jika ada pembangunan pabrik mikol.

Baca juga :  Bupati Artha Bantu Enam Warga Sakit

Perbekel Desa Tegalbadeng Timur, H Alinudin, Rabu (4/5/2022) menyebutkan, sekitar dua Minggu lalu memang ada sosialisasi untuk warga sekitar dan tokoh masyarakat dan disebutkan rencananya untuk pabrik mikol.
Saat itu, sebagian besar warga memang kurang setuju terlebih diketahui untuk pabrik mikol.

Menurutnya, terkait perizinan ketika ditanyakan belum ada, terutama terkait pembangunan. “Kalau diminta tanda tangan tentu warga penyanding dan tokoh belum sepakat. Namun pihak yang membangun mengatakan baru membuat tembok penyengker dulu dan meratakan tanah sembari proses peizinan,” jelasnya.

Baca juga :  Dua Kampung Loloan Adakan Silaturahmi di Atas Jembatan Syarif Tua

Namun dari koordinasi dewan setempat dengan dinas terkait, disebutkan operasional pabrik ini melanjutkan pabrik lama di Terusan, Lelateng, sehingga disebutkan peralihan karena masa kontrak di tempat yang lama habis. Juga dari koordinasi disebutkan masih bisa menggunakan izin yang lama untuk operasionalnya.

Salah satu anggota DPRD asal Tegalbadeng Timur, H Sajidin, mengatakan, lantaran di masyarakat ada pro dan kontra terkait pembangunan itu, pihaknya sempat berkoordinasi dengan Satpol PP dan Kabid Perijinan Kabupaten juga pihak pengelola. Dan, menurut pengelola pabrik di Lelateng itu rencana peralihan pabrik izinnya tetap memakai yang lama yang selama ini sudah beroperasi di Lelateng.
Di sisi lain, Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Jembrana, Made Gede Budhiarta, saat dimintai konfirmasi menyebutkan terkait pembangunan itu dari pengecekan dinas belum mengeluarkan izin. (120)

Baca juga :  Donor Darah Plasma Konvalesen Cegah Penyebaran Covid-19

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini