Sempat Vakum, Bali Agung Show Kembali Dipentaskan

picsart 22 05 04 19 26 11 056
DRAMA TARI - Pementasan drama tari Dalem Balingkang, Raja Sri Jaya Pangus dengan Kang Ching Wie, di Bali Safari Gianyar.

Gianyar, DENPOST.id

Setelah sempat vakum atau tidak dipentaskan selama Covid-19, kini Bali Safari kembali mementaskan Bali Agung Show.
Pertunjukkan teater megah yang menceritakan kisah mitologi percintaan legendaris Raja Sri Jaya Pangus dengan Sang Permaisuri Kang Ching Wie, dikemas dalam pertunjukan seni megah, yakni Bali Agung Show, saat kunjungan meningkat di liburan Idul Fitri 2022.

Bahkan pementasan drama tari ini, akan dipentaskan beberapa hari pada Mei 2022 ini.

Artistik Direktur Bali Agung Show, Made Sidia mengatakan sebelum Covid-19, pementasan Bali Agung Show sudah sering berlangsung. Bahkan sejumlah pejabat tinggi setingkat Menteri, Perdana Menteri dari luar negeri dan presiden sempat menonton pertunjukan ini. Namun sejak Covid-19 mewabah 2 tahun lebih tidak ada pementasan dan mulai Mei ini, baru kembali di gelar.

Sebelumnya, pementasan drama tari kisah legenda Raja Sri Jaya Pangus dengan Kang Ching Wie, penarinya mencapai ratusan orang, namun sekarang hanya 50 orang atau 30 persen, sehingga penari banyak yang merangkap peran, ganti pakaian dan ganti peran hingga tiga kali.

Baca juga :  Para Pemilik Toko ‘’Mesadu’’ ke DPRD Gianyar

Ke depan bila situasi normal, penari ini akan kembali dilibatkan dalam Bali Agung Show. Sidia yang juga Dosen ISI mengaku pementasan pragmen tari Raja Sri Jaya Pangus dengan Kang Ching Wie, merupakan akulturasi seni dan budaya di Bali berlangsung hingga sekarang ini dengan bukti ada Barong Landung dan penggunaan uang lepeng (pis bolong).

Dipentaskan di gedung teater yang megah, pertunjukkan spektakuler menggabungkan seni tari, teater tradisional Bali, yang dibalut dengan tata musik, cahaya dan panggung spektakuler, sehingga membawa pengunjung terhanyut dalam cerita yang dibawakan. “Pementasan ini melibatkan sekitar 50 orang penari dengan durasi waktu kurang lebih 1 jam. Selain itu pementasan ini juga melibatkan satwa – satwa koleksi Taman Safari Bali, seperti ular, burung Rangkong, burung Elang, Gajah, Kambing, Sapi hingga Bebek.

Baca juga :  Tim SAR Lakukan Pencarian Seorang Wisatawan Diduga Terseret Arus Pantai Batu Bolong

Sementara General Manager, Marcel Driessen mengatakan kunjungan wisatawan mulai meningkat ke Bali Safari. Kunjungan wisatawan, khususnya domestik mulai ramai sebelum libur Idul Fitri 2022 mencapai 30 persen. Ke depan, jika kunjungan wisatawan mancanegara betul-betul dibuka, seperti Eropa, Amerika Serikat, India, China, dan Australia akan terjadi peningkatan kunjungan antara 2.500 orang hingga 3.000 orang wisatawan.

Ke depan pihaknya optimis kunjungan wisatawan mancanegara akan meningkat dengan digelarnya G20 di Bali. (116)

Baca juga :  255 Pasien Sembuh Covid-19 di Denpasar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini