Antisipasi Hepatitis Akut, RSUD Siapkan Ruang Isolasi Noncovid

picsart 22 05 05 15 40 27 153
Plt Dirut RSUD Klungkung, dr. Nyoman Kesuma

Semarapura, DENPOST.id

RSUD Klungkung mulai mengambil langkah-langkah terkait Surat Edaran dari Kementrian Kesehatan tentang kewaspadaan terhadap penemuan hepatitis akut yang tidak diketahui etiologinya (Acute Hepatitis of Uknown Aetiology). Walaupun di Klungkung sampai saat ini belum ditemukan kasus hepatitis akut, pihak RSUD sudah menyiapkan ruang perawatan khusus dengan memanfaatkan ruang isolasi noncovid.

“Kami sudah terima SE dari Kemenkes untuk Dinas Kesehatan Klungkung dan RSUD Klungkung terkait hal itu. Kalau di Klungkung, sampai saat ini belum ada kasus itu (hepatitis akut yang tidak diketahui etiologinya),” ungkap Plt Dirut RSUD Klungkung, dr I Nyoman Kesuma, Kamis (5/5/2022).

Baca juga :  Sopir Diduga Ngantuk, Mobil Muat Ayam Tabrak Pohon

Menurut dr. Kesuma, dalam SE Kementerian Kesehatan, pihak rumah sakit diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap pasien yang menunjukkan gejala sindrom jaundice acute (penyakit kuning) yang tidak diketahui penyebabnya. Kalaupun ada temuan demikian, pihak rumah sakit juga diharapkan segera melaporkan ke Dirjen P2 (Pengendalian Penyakit) Kemenkes dan Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung.

“Meskipun diminta mewaspadai hal tersebut, kami berharap masyarakat tidak terlampau panik. Apalagi penyakit ini bisa dicegah dengan membiasakan keluarga menerapkan pola hidup bersih dan sehat seperti rajin mencuci tangan dengan sabun serta mengkonsumsi minuman atau makanan yang benar-benar matang,” katanya.

Baca juga :  Lansia Rawat Dua Anak ODGJ, Tinggal di Kamar Penuh Barang Bekas

Jikapun ditemukan kasus hepatitis akut tersebut, dr. Kesuma mengatakan RSUD sudah menyiapkan ruang perawatan khusus. Yakni dengan memanfaatkan ruang isolasi noncovid. Di samping itu, karena kasus hepatitis akut ini dikatakan rentan menginfeksi balita, maka RSUD juga menyiagakan dokter spesialis anak dan spesialis penyakit dalam.
“Kalau nanti ada ditemukan kasus seperti itu, kami akan langsung arahkan untuk dirawat oleh dokter spesialis anak atau penyakit dalam,” imbuhnya.

Untuk diketahui, kewaspadaan terhadap kasus hepatitis akut ini bermula setelah tiga pasien anak dirawat di RSUPN Dr. Ciptomangunkusumo Jakarta dengan dugaan hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya. Gejala yang ditemukan pada pasien-pasien ini adalah mual, muntah, diare berat, demam, kuning, kejang dan penurunan kesadaran.

Baca juga :  Rapuh dan Termakan Usia, Pemedal Agung Klungkung Runtuh

Kemudian Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang Kewaspadaan terhadap penemuan kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya (Acute Hepatitis Of Unknown Aetiology). Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/C/2515/2022 tersebut dimaksud untuk meningkatkan dukungan pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, Kantor Kesehatan Pelabuhan, sumber daya manusia (SDM) kesehatan, dan para pemangku kepentingan terkait kewaspadaan dini penemuan kasus hepatitis akut yang tidak diketahui etiologinya. (119)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini