Kapal Parasiling Terbakar di Tanjung Benoa, Enam Wisatawan Lompat ke Laut

picsart 22 05 06 14 44 17 694
TERBAKAR - Kapal speed boat di perairan Tanjung Benoa di Jalan Pratama, Kuta Selatan, Badung terbakar.

Benoa, DENPOST.id

Kapal speed boat yang mengangkut enam wisatawan di perairan Tanjung Benoa di Jalan Pratama, Kuta Selatan, Badung terbakar, Jumat (6/5/2022) sekitar pukul 09.00. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, karena para wisatawan menyelematkan diri dengan cara melompat ke laut.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu Ketut Sukadi, mengatakan, kapal yang terbakar bernama Sweet Stanly Bali Apollo. Kapal speed boat itu digunakan untuk menarik parasut parasailing di perairan Tanjung Benoa. “Awalnya percikan api muncul dari mesin kapal. Kemudian terjadi ledakan dan kobaran api dan membakar badan kapal,” katanya.

Baca juga :  Sidak Prokes, Satu Orang Ditemukan Gunakan Masker Tidak Benar

Dilanjutkannya, awalnya enam orang wisatawan tiga pria dan tiga perempuan hendak bermain parasailing. Saat itu mesin pendorong kapal sudah menyala. Sementara mesin penarik parasailing yang posisinya di dalam kapal bagian belakang belum menyala.

Saat mesin penarik parasailing dinyalakan, tiba-tiba ada ledakan kecil kemudian disusul keluar api dari mesin penarik parasailing dan melalap badan kapal. “Melihat hal tersebut, para wisatawan dan kru kapal langsung lompat ke laut,” beber Sukadi.

Baca juga :  Sinkronisasi Data Penduduk, Disdukcapil dan KPU Badung Berkoordinasi

Kemudian para kru dan wisatawan diangkut oleh boat taksi. Kemudian peristiwa tersebut dilaporkan ke Satpolaiud Polda Bali. “Selanjutnya Kapal PT Tirta ikut membantu untuk memadamkan api dan kemudian kapal yang terbakar ditarik menggunakan speed boat dari pihak Bali Apollo Water Sport,” imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakan Sukadi, dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa, namun hanya seorang kru kapal bernama Tanga Arsenus mengalami luka bakar pada tangan sebelah kanan dan telah dilakukan pengobatan di RS Surya Husada, Nusa Dua. “Kerugian yang disebabkan dalam peristiwa tersebut mencapai Rp 800 juta,” tegasnya. (124)

Baca juga :  Mulai 7 Maret 2022, Tanpa Karantina dan VOA hanya Berlaku Melalui Pintu Masuk Bali

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini