Tim SAR Berenang Evakuasi Jenazah Petani di Nusa Penida

picsart 22 05 09 16 22 08 667
EVAKUASI - Tim gabungan melakukan evakuasi terhadap jenazah Made Rajeng, warga Banjar Pelilit, Desa Pejukutan, Nusa Penida, Klungkung, Senin (9/5/2022).

Semarapura, DENPOST.id

Sempat menghilang tiga hari setelah mencari pakan sapi, jenazah salah seorang petani asal Banjar Pelilit, Desa Pejukutan, Nusa Penida, Klungkung bernama Made Rajeng (77) akhirnya ditemukan mengapung di perairan pantai Atuh, Minggu (8/5/2022) sore. Proses evakuasi jenazah korban berjalan cukup sulit. Tim SAR gabungan baru berhasil mengevakuasi jenazah korban setelah terdampar di Pantai Suwehan, Desa Tanglad, Senin (9/5/2022).

Informasi yang diperoleh di lapangan menyebutkan, jenazah korban pertama kali dilihat salah seorang warga. Dari tebing jenazah terlihat terombang-ambing di sekitar Pantai Atuh pada Minggu (8/5/2022) sekitar pukul 17.00 Wita. Mendapat informasi tersebut, tim SAR gabungan kemudian turun melakukan pencarian dengan dibantu nelayan. Namun karena kondisi sudah larut malam dan jarak pandang terbatas, pencarian terhadap jenazah korban kemudian dilanjutkan pada Senin pagi.

Baca juga :  Warung di Sepanjang By-Pass Ida Bagus Mantra Ditertibkan

“Nah, saat dilakukan pencarian jenazah korban sudah ditemukan terdampar di Pantai Suwehan sekitar pukul 07.45 dalam kondisi tidak pakai baju dan tubuhnya sudah membengkak,” ungkap Kasi Humas Polres Klungkung, Ipda Agus Widiono.

Setelah terdampar di Pantai Suwehan, proses evakuasi jenazah korban juga berjalan sulit. Karena jalur darat menuju pantai tersebut sangat terjal. Untuk melakukan evakuasi, tim gabungan terpaksa menggunakan jukung dan membawa jenazah ke Pantai Karangsari, Desa Suana. Tapi setelah tiba di Pantai Karangsari, jukung tidak bisa merapat ke bibir pantai karena situasi ombak dan karang yang tajam.

Baca juga :  PDP Covid 19 di Klungkung Bertambah

“Karena jukung tidak bisa merapat, maka ada tiga personel berenang untuk mengevakuasi jenazah korban ke daratan sekitar pukul 10.50 Wita,” katanya.

Setelah berhasil dievakuasi ke daratan, jenazah korban kemudian dibawa menggunakan ambulance ke Rumah Sakit Gema Santi. Awalnya, petugas tidak mengetahui identitas jenazah korban. Tapi identitas korban baru diketahui setelah pihak keluarga memastikannya. Apalagi korban sempat hilang saat mencari pakan sapi di kebunnya dekat dengan Pantai Pelilit pada Jumat (7/5/2022).

Baca juga :  Rumah Ditimpa Pohon, Dua Orang Luka-Luka

“Kami belum mengetahui secara pasti penyebab korban meninggal. Apakah jatuh ke laut saat mencari pakan sapi atau yang lainnya. Jenazah korban sudah dibawa ke rumah duka untuk diupacarai sesuai adat setempat,” katanya. (119)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini