Distan Buleleng Siapkan Dokter Hewan Layani Vaksin Rabies 24 Jam

picsart 22 05 09 18 00 36 055
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, Ir. I Made Sumiarta.

Singaraja, DENPOST.id

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Buleleng, Ir. I Made Sumiarta, Senin (9/5/2022), mengakui kasus rabies akibat gigitan anjing liar masih terjadi di Buleleng. Namun demikian pihaknya menegaskan kasus rabies menurun setiap tahunnya.

“Memang beberapa hari yang lalu sempat terjadi kasus rabies akibat gigitan anjing liar. Kami tidak menerima laporan, seharusnya ketika masyarakat digigit anjing liar maupun diliarkan wajib melaporkan kejadian itu ke pihak pemerintah desa untuk ditindaklanjuti,” terang Sumiarta.

Baca juga :  Sering Dipanggil "Sultan", Oknum Aparat Desa Tusan Diminta Kembalikan Dana Desa Rp480 Juta

Ditambahkan dia, Distan Buleleng sebelumnya telah melakukan koordinasi dengan pihak pemerintah kecamatan dan desa/kelurahan untuk mengimbau masyarakat terkait laporan gigitan anjing liar maupun yang diliarkan pemiliknya. Bukan hanya itu saja, pihaknya juga telah memberikan saran kepada seluruh desa adat di Buleleng untuk membuat “perarem” atau aturan adat bilamana terjadi kasus gigitan anjing maupun aturan memelihara anjing tidak diliarkan.

“Dari sekian desa/kelurahan yang ada di Buleleng, hanya Desa Bengkala yang dinilai berhasil menerapkan perarem, sehingga tidak lagi ditemui kasus gigitan anjing maupun kasus rabies,” ujar Sumiarta.

Baca juga :  Di Buleleng, 12 Terkonfirmasi Positif Covid-19 dan Tujuh Pasien Sembuh

Disinggung terkait upaya pencegahan kasus rabies, Sumiarta menerangkan secara berkelanjutan dan menyeluruh melakukan giat vaksinasi anjing ke desa-desa dan kelurahan. Berbagai metode pun dilakukan untuk melancarkan pelaksanaan vaksinasi. Selain itu, untuk mendukung program vaksinasi itu, Sumiarta menyiapkan delapan dokter hewan untuk pelaksanaan vaksinasi di Distan dan masing-masing dua dokter hewan di setiap kecamatan. “Ini merupakan tim respon cepat kami dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Semuanya gratis dan dilayani dua puluh empat jam penuh,” tegasnya.

Baca juga :  Srikandi Muaythai Bali asal Buleleng Optimis Raih Emas Di PON XX Papua

Sementara di lokasi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, dr. Sucipto menerangkan persediaan vaksin anti rabies (VAR) di Buleleng masih dalam jumlah yang aman. Hal itu dipastikan karena pihaknya tidak berpatokan pada bantuan VAR dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali, namun juga melakukan pengadaan vaksin secara mandiri. (118)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini