Pengeruk Lahan di Kecamatan Dawan Dipanggil PPNS

picsart 22 05 11 15 42 23 827
KERUK - Salah satu aktivitas pengerukan bukit di Desa Dawan Kaler, Klungkung, Rabu (11/5/2022).

Semarapura, DENPOST.id

Keluhan warga terkait pengerukan bukit yang semakin marak di Kecamatan Dawan, Klungkung mulai mendapat respons. Rabu (11/5/2022), para pengeruk bukit di 16 lokasi di pengerukan lahan dikumpulkan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Provinsi Bali di Kantor Camat Dawan. Namun dalam pemanggilan tersebut, hanya sembilan pengeruk lahan yang hadir. Sisanya mangkir tanpa alasan yang jelas.

Camat Dawan, Dewa Gede Widiantara, ketika dimintai konfirmasi mengakui adanya pemanggilan dari PPNS Satpol PP Provinsi Bali terhadap para pengeruk bukit di Kecamatan Dawan. Pemanggilan tersebut dilakukan karena sebelumnya ada keluhan dari warga terkait pengerukan lahan di kawasan Bukit Buluh, Desa Gunaksa di media sosial. Yang mana keluhan ini langsung ditindaklanjuti anggota Satpol PP Provinsi Bali dengan turun ke lokasi pengerukan, Senin (9/5/2022).

Baca juga :  Warga Sakit dan Cacat Tak Dapat BLT, Suwirta Sorot Ini

“Ada dua lokasi pengerukan yang dicek Satpol PP Provinsi Bali dua hari lalu. Pertama yang di bukit Buluh, Desa Gunaksa terus yang kedua di Dawan Kaler,” ungkap Dewa Widiantara.

Menurut Dewa Widiantara, sebenarnya sampai saat ini ada 16 lokasi atau titik pengerukan lahan di Kecamatan Dawan. Semua yang melakukan pengerukan inipun telah dipanggil PPNS Provinsi Bali di Kantor Camat Dawan untuk dimintai keterangan.

“Tadi para pengeruk ini hanya dimintai keterangan oleh PPNS. Rencananya tanggal 13 Mei ini mereka kembali dipanggil di Kantor Satpol PP Bali, termasuk dengan yang tidak datang tadi,” katanya.

Baca juga :  Empat Koperasi di Klungkung Dibubarkan

Sebagai Camat Dawan, Dewa Gede Widiantara mengaku hanya memfasilitasi saja. Pihaknya di Camat juga hanya melakukan pendataan dan melaporkannya ke atasan. Namun untuk masalah pengerukan bukit, mantan ajudan bupati ini meminta para pengeruk bukit untuk melakukan revitalisasi atau perbaikan terhadap jalan yang rusak. Apalagi sudah ada satu yang menghentikan aktivitas pengerukan lahan di Gunaksa.

“Sudah ada satu yang menghentikan aktivitas pengerukan bukit yakni di Bukit Buluh, Gunaksa. Dan dari pihak pengeruk juga sudah membuat surat pernyataan untuk menghentikan aktivitas pengerukan,” katanya.

Baca juga :  Lagi, Pasien Corona di Badung Meninggal Dunia

Sementara salah seorang penanggung jawab pengerukan bukit di kawasan Desa Dawan Kaler, Nengah Duisna, berdalih pengerukan yang dilakukannya dengan menggunakan alat berat tersebut merupakan penataan lahan. Bahkan pengerukan itu atas inisiatif atau kemauan pemilik lahan pribadi untuk kepentingan penataan.

“Sebagai penanggung jawab saya hanya menyediakan alat berat dan alat angkut saja. Apalagi di musim pandemi seperti ini, mereka (pemilik lahan) merasa sangat terbantu karena tidak hanya dapat uang saja, tapi dari lahan mereka juga jadi tertata,” katanya. (119)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini