Penuhi Panggilan Polisi, Bos PT GSI Diperiksa Hingga Malam

kaporesta1
BERI KETERANGAN - Kapolresta Denpasar AKBP Bambang Yugo Pamungkas memberikan keterangan pers di Mapolresta Denpasar mengenai pemeriksaan bos PT GSI Rizki Adam, Rabu (11/5/2022). (DenPost.id/wiadnyana)

Padangsambian, DenPost

Bos PT Goldcoin Sevelon International (GSI) akhirnya memenuhi panggilan petugas Unit V Satreskrim Polresta Denpasar, Rabu (11/5/2022). Rizki Adam—bos GSI itu– diperiksa dalam kaitan laporan member (anggota) yang mengaku jadi korban atas kasus dugaan penipuan investasi berkedok koperasi.

Didampingi dua kuasa hukumnya, pria asal Sumatrera Utara itu, mulai menjalani pemeriksaan sekitar pukul 11.30. Pantauan DenPost.id, Rizki Adam masuk ruangan penyidik dengan mengenakan kemeja bermotif batik.

Tak hanya itu. Belasan orang yang mengaku menjadi korban  investasi PT GSI, yang diduga bodong itu, turut hadir menunggu proses pemeriksaan. “Kami bersama tiga puluh lima korban lainnya mengalami kerugian Rp 1,5 miliar. Kami berharap polisi mengejar kasus ini sampai tuntas, sebab korban dari investasi yang dijalankan Rizki Adam ada di seluruh Indonesia,” ucap salah satu korban.

Sedangkan Kapolresta Denpasar AKBP Bambang Yugo Pamungkas mengatakan bahwa memang benar bos PT GSI Rizki Adam diperoksa di polresta. Menurutnya, terlapor diperiksa mengenai laporan seorang korban yang mengaku ditipu dengan investasi PT GSI. “Dia masih diperiksa. Nanti dilakukan gelar perkara dulu untuk mengetahui langkah selanjutnya. Masih dalam penyelidikan ya. Tunggu hasilnya usai pemeriksaan,” tandas Bambang.

Baca juga :  Denpasar Pasang Wastafel di Ruang Publik

Sebelumnya dalam Zoom Meeting dengan wartawan pada 24 April 2022, Adam Rizki mengaku akan mengembalikan uang para member yang masih dalam bentuk uang digital atau aset Crypto. “PT GSI di Bali merupakan kantor cabang dari PT Goldcoin International Development yang berada di Jakarta. Saya tegaskan perusahaan tidak pernah menerima  investasi dalam bentuk apa pun. Saya tidak kabur dari persoalan yang terjadi saat ini,” tegasnya.

Menurut dia, PT GSI bergejolak hingga akhirnya disegel polisi berawal pada 25 Febuari 2022. Ketika itu PT GSI menerima surat Satgas Waspada Investasi dari OJK agar menutup aktivitas Crypto di koperasi PT Bali Token yang berada di bawah PT GSI. Selanjutnya pada 18 Maret 2022 OJK kembali berkirim surat pencabutan izin usaha karena dianggap sebagai pengembang Crypto ilegal. “Sejak saat itu PT GSI dan koperasinya kami tutup, karena kami taat hukum. Kalau aktivitas jual-beli sembako, masih berjalan. Akibat penutupan itu, banyak member yang kecewa dan langsung mencap usaha ini investasi bodong,” ungkap Adam.

Baca juga :  255 Pasien Sembuh Covid-19 di Denpasar

Dia menegaskan uang para member masih ada. Uang itu dalam bentuk aset berupa digital atau Crypto dan bisa dijual kapan saja.

Rizki juga mengaku saat ini pihaknya mengurus izin ke Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Sebelumnya dia tidak bisa mendaftar karena jumlah trader-nya belum cukup. “Beri kami waktu enam bulan untuk menyelesaikan ini semua. Kalau tidak selesai, saya siap tanggung jawab. Saya tidak salahkan para member. Wajar mereka panik karena uang yang jumlahnya disetor banyak,” tandasnya saat itu. (yan)

Baca juga :  Diburu ke Banten, Polisi Gadungan Sembunyi di Rumah Istri Siri

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini