Digitalisasi Transaksi, Bangli Bentuk TP2DD

picsart 22 05 16 17 20 13 207
BERI SAMBUTAN - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho, saat memberikan sambutan di Balai Serbaguna Desa Adat Penglipuran.

Bangli, DENPOST.id

Pemkab Bangli, membentuk Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) melalui keputusan Bupati Nomor 188.05/325/2021. Hal ini sebagai tindak lanjut dari amanat pusat guna mendukung proses digitilisasi daerah.

Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kaban BKPAD Bangli, I Dewa Bagus Riana Putra, Minggu (15/5/2022), di Desa Adat Penglipuran menyebutkan langkah nyata upaya percepatan dan perluasan digitalisasi daerah telah diterapkan pada pembayaran untuk sembilan jenis pajak yang dipungut di Kabupaten Bangli, sudah dilakukan secara non tunai melalui kanal Bank BPD termasuk virtual account.

Baca juga :  Beringin Tumbang Timpa Empat Palinggih

Dikatakan dia, untuk pembayaran PBB telah diperluas menggunakan kanal Fintech (Gopay) dan Indomaret. “Bulan Februari 2022, kita melaunching E Ticketing kawasan wisata Kintamani, yang berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan wisatawan, serta menciptakan pemungutan yang transparan dan akuntabel,” katanya.

Pada bagian lain, pihaknya menyambut baik komitmen Bank Indonesia untuk mendorong perluasan penggunaan QRIS, dalam rangka mendukung tata kelola keuangan inklusif dan perekonomian nasional diperlukan percepatan dan perluasan digitalisasi melalui elektronifikasi transaksi pemerintah daerah untuk kegiatan transaksi belanja dan pendapatan daerah, serta pembayaran di masyarakat secara non tunai.

Baca juga :  Amblas, Serumpun Bambu Tutupi Badan Jalan di Tingkadbatu

Sementara Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho dalam sambutannya mengatakan membicarakan tren digitalisasi tentunya tidak terlepas dari pengaruh pandemi Covid-19, yang dirasakan bersama dan dampaknya sangat memukul perekonomian Bali. Yang mana, pertumbuhan ekonomi Bali pada tahun 2020, tercatat mengalami penurunan yang dalam dengan pertumbuhan sebesar – 9,31% (yoy) dan pada tahun 2021 walaupun telah mengalami perbaikan tapi masih negatif yaitu sebesar -2,47% (yoy).

Baca juga :  Mayat Perempuan Ditemukan di Pantai Samiana

“Secara nasional, pertumbuhan ekonomi Bali tersebut merupakan yang terendah dari 34 provinsi. Astungkara, kondisi tersebut berangsur mulai membaik dan pemerintah secara berkelanjutan telah melakukan berbagai upaya untuk membangkitkan kembali perekonomian Bali,” jelasnya. (128)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini