Buntut Pendaki Tewas di Gunung Batur, akan Digelar Upacara Manik Sumpah

picsart 22 05 17 12 42 25 251
WISATA - Kawasan Wisata Kintamani dengan panorama Danau Batur dan Gunung Batur.

Bangli, DENPOST.id

Tewasnya seorang pendaki Gunung Batur, Kintamani, Bangli, bernama Bobert Evans (70) asal California, Amerika beberapa waktu lalu disikapi pihak pengelola, pengawas, desa setempat dan Pemerintah Kabupaten Bangli. Rencananya akan digelar upacara Manik Sumpah dan Pecaruan. Namun kapan akan dilaksanakan, masih menunggu keputusan Bupati Bangli.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pariwisata Daerah (Disparda) Kabupaten Bangli, I Wayan Sugiarta, Selasa (17/5/2022).
Sugiarta mengungkapkan, Jumat (13/5/2022) lalu telah diadakan rapat koordinasi bersama pihak terkait seperti pengelola, pengawas, BKSDA, Disparda, dan Jero Gede Batur Duuran. Guna menyikapi musibah yang menimpa seorang pendaki di Gunung Batur, diperlukan upacara penyucian berupa pecaruan dan upacara Manik Sumpah.

Baca juga :  Di Bangli, Satgas Batasi Kapasitas Fasum 50 Persen

“Saran dari Jero Gede Batur, diperlukan upacara Manik Sumpah. Dari pihak pengelola dan pengawas juga berencana melakukan upacara pecaruan tanggal 19 Mei jam 11 siang. Namun ini masih belum pasti,” sebut Sugiarta.

Dijelaskannya, untuk memastikan kapan terlaksana upacara tersebut, pihaknya mengaku masih harus menunggu keputusan pimpinan dalam hal ini Bupati Bangli. “Hasil rapat beberapa hari lalu itu belum sempat kami laporkan ke pimpinan. Rencananya Selasa (17/5/2022) ini kami baru menghadap untuk melaporkan, kami sudah koordinasi dengan bagian kesra,” katanya.

Baca juga :  Desa Nyanglan Konsen Jalankan Tradisi Warisan Leluhur, Ngejot dan Natab Banten Kumara untuk Anak Pertama Saat Galungan

Menurut Sugiarta, kemungkinan saat menggelar upacara tersebut diperlukan keterlibatan pihak Pemerintah Provinsi Bali. Alasanya, kaitannya dengan Gunung Batur dan Danau Batur yang notabene juga memberikan penghidupan terhadap masyarakat Bali.

Sementara disinggung terkait pengawasan di aeral pendakian Gunung Batur, Sugiarta menegaskan hal tersebut menjadi kewenangan BKSDA. Di mana sejatinya hingga sekarang jalur pendakian belum dibuka untuk umum, apalagi wisatawan. Namun wisatawan baik lokal maupun luar kerap sudah mulai melakukan pendakian secara mandiri, baik melibatkan pemandu maupun tidak. “Dari balai sudah memasang papan pengumuman apa yang boleh dan tidak. Termasuk masukan dari Penyarikan Duuran untuk membuat semacam banner atau sejenisnya,” ujarnya.

Baca juga :  Penyandang Disabilitas Turut Awasi Pemilu 2024

Dia juga mengakui masih ada kelemahan dalam pengawasan. Hal inilah yang akan dikuatkan kembali. (128)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini