Bahas Retribusi di DTW Tanjung Benoa, Disparda akan Bertemu Gahawisri

picsart 22 05 17 18 46 10 583
RETRIBUSI - Kawasan DTW Tanjung Benoa yang dirancang ada penerapan retribusi.

Tanjung Benoa, DENPOST.id

Rencana penerapan retribusi di DTW Tanjung Benoa, ternyata terus berproses. Kadisparda Badung, Nyoman Rudiarta dihubungi, Selasa (17/5/2022), mengatakan pihaknya sudah mengkaji dan menunggu rencana pertemuan yang akan difasilitasi Desa Adat Tanjung Benoa.

Di mana, dalam pertemuan ini nantinya akan mengundang pihak Gahawisri dan para pengusaha wisata tirta yang ada di Tanjung Benoa. “Kami masih menunggu undangan dari desa adat untuk pertemuan ini,” imbuhnya.

Baca juga :  Sugito Pimpin Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai

Mantan Camat Kuta ini membenarkan kalau penetapan DTW Tanjung Benoa sudah dilakukan tahun 2005. Namun, untuk pengelolaanya baru dimulai tahun 2020. Selanjutnya muncul usulan agar diberlakukan retribusi di DTW tersebut.

Pihaknya juga mengusulkan kegiatan agar bisa masuk dalam pembahasan ranperda di Banperda DPRD Badung. Sebab, penerapan retribusi ini ranperdanya menjadi satu dengan ranperda di Bapeda.

Pihaknya berharap penerapan retribusi ini nantinya akan membawa dampak positif bagi usaha water sport yang ada di Tanjung Benoa.

Baca juga :  Siap Sambut "New Normal", Pengelola Uluwatu Lakukan Ini

Sementara salah seorang pengusaha yang juga Mantan Ketua Gahawisri Badung, Nyoman Wana Putra dihubungi terpisah mengatakan baru mendengar adanya rencana retribusi tersebut. Mantan Bendesa Adat Tanjung Benoa ini mengusulkan agar rencana ini harus dikaji secara matang. Karena jangan sampai retribusi nantinya justru membuat wisatawan yang datang ke Tanjung Benoa malah berkurang.

“Jadi, secara teknis seperti apa, di mana posnya. Karena Tanjung Benoa kan hanya satu pintu. Selama saya memimpin di Tanjung Benoa memang tidak pernah ada retribusi,” ujarnya.

Baca juga :  Tim Gabungan Gianyar Berangus Baliho dan Spanduk Liar

Dia berharap nantinya ada sosialisasi dan pertemuan untuk membahas rencana ini dengan para pengusaha. (113)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini