Kejaksaan Usut Dugaan Penyelewengan Dana LPD Bakas

picsart 22 05 22 20 19 32 672
Kasi Intel Kejari Klungkung, W Erfandy Kurnia Rachman.

Semarapura, DENPOST.id

Kasus dugaan penyelewengan dana di LPD terus bergulir di wilayah Klungkung. Setelah LPD Ped, Nusa Penida, dan LPD Dawan Klod, kini LPD Desa Bakas, Kecamatan Banjarangkan “digoyang” kasus dugaan penyelewengan dana nasabah. Penyelewengan ini diduga muncul, setelah banyak dari nasabah tidak bisa menarik uangnya di LPD tersebut.

Pihak Kejaksaan Negeri Klungkung, telah turun melakukan klarifikasi terhadap sejumlah pengurus maupun nasabah. Klarifikasi inipun dilakukan, setelah pihak kejaksaan menerima laporan dari warga setempat. Hanya saja pihak kejaksaan belum mau membeberkan dugaan penyelewengan dana di LPD tersebut.

“Ada masyarakat yang melapor ke kami terkait kondisi LPD di Bakas. Dan kami masih melakukan penyelidikan,” ungkap Kasi Intel Kejari Klungkung, W Erfandy Kurnia Rachman, ketika menghadiri acara peresmian Gedung MDA di Desa Lepang, Banjarangkan, Minggu (22/5/2022).

Menurut Erfandy, pihaknya di kejaksaan menerima laporan terkait kondisi LPD Bakas sekitar seminggu yang lalu. Laporan inipun kemudian ditindaklanjuti dengan meminta klarifikasi pengurus dan nasabah di LPD tersebut. Hanya saja Erfandy belum mau mengungkap bentuk penyelewengan dana di LPD Bakas.

Baca juga :  Pembelajaran Tatap Muka, Ketua PGRI Badung Katakan Ini

“Nanti kita kasi info lagi. Yang jelas, awalnya ada informasi ada nasabah yang tidak bisa menarik uangnya di LPD tersebut,” katanya.

Sementara Ketua LPD Bakas, Made Suerka ketika dikonfirmasi mengatakan kalau kondisi LPD yang dikelolanya masih berjalan. Iapun mengaku belum ada dimintai klarifikasi oleh pihak kejaksaan terkait persoalan yang terjadi di LPD Bakas.

“Sampai saat ini belum ada dari pihak kejaksaan yang datang ke Kantor LPD. Saya juga belum dihubungi,” ungkap Suerka.

Baca juga :  Bangkai Babi Dibuang di Jembatan Getakan-Bakas, Warga Waswas

Namun Suerka mengakui sekitar enam bulan lalu, pihaknya sempat kewalahan menghadapi nasabah. Hal ini terjadi lantaran nasabah ramai-ramai menarik tabungannya di LPD. Di satu sisi, LPD masih kesulitan menyiapkan uang lantaran banyak kredit yang macet akibat terdampak Covid-19.

“Sekarang kita dalam proses menanggulangi kredit. Semua pengurus termasuk saya turun mengejar kredit yang macet. Kalau dapat kita langsung lempar ke tabungan agar nasabah yang menarik uang bisa terlayani,” katanya.

Baca juga :  Dana Desa di Klungkung Turun Rp10 Miliar

Yang jelas, Suerka mengatakan kalau saat ini, kondisi LPD Bakas sudah membaik. Bahkan agar tidak ada tanggapan lain dari masyarakat, pihaknya sampai membuka Kantor LPD hingga pukul 14.00 Wita dari sebelumnya yang hanya sampai pukul 13.00 Wita.

“Kami di LPD sudah diaudit dari pihak desa secara independen. Pihak desa adat juga sudah buat tim untuk melakukan konfirmasi dan menangani kredit yang macet,” tandasnya. (119)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini