Reses Dewan Bali, Infrastruktur Rusak di Gianyar Kembali Jadi Keluhan

picsart 22 05 24 18 59 39 885
RESES - Wakil Ketua DPRD Bali, Tjokorda Gede Asmara Putra Sukawati, saat melaksanakan reses di Dapil Kabupaten Gianyar.

Denpasar, DENPOST.id

Masa penyerapan aspirasi masyarakat (Reses) yang dilakukan Anggota DPRD Bali sejak 18 sampai 27 Mei 2022, tidak hanya mengenai penyaluran dana hibah dan bansos ke masyarakat, tapi juga menyerap dan mencarikan solusi permasalahan yang ada di masyarakat. Seperti persoalan kerusakan infrastruktur, irigasi dan peternakan.

Khusus infrastruktur yang sudah dibangun puluhan tahun, sekarang mengalami kerusakan akan tetapi belum mampu dianggarkan dalam APBD untuk perbaikan. Hal itu, diungkapkan Wakil Ketua DPRD Bali, Tjokorda Gede Asmara Putra Sukawati, Selasa (24/5/2022).

Lebih lanjut dikatakan dia, infrastuktrur di sejumlah wilayah di Kabupaten Gianyar banyak yang mengalami kerusakan, seperti jalan di Desa Kutuh, dan jalan di Desa Tegalantang di Kecamatan Ubud, Gianyar sudah banyak rusak dan berlubang. Kerusakan jalan sudah cukup lama, tetapi belum mampu dilakukan perbaikan oleh pemerintah.

“Jalan rusak di Desa Tegalantang ini sesuai laporan masyarakat saat melakukan kegiatan reses memang sudah diaspal pada zamannya Bupati Tjok Budi Suryawan. Hal itu sudah cukup lama diaspal dan sampai sekarang tidak pernah dilakukan pelapisan aspal baru. Saat ini jalan sudah banyak berlubang dan kerusakannya semakin parah. Demikian juga di Desa Kutuh, Ubud belum pernah ada perbaikan, sehingga perbaikan dilakukan oleh masyarakat dengan memanfaatkan sisa adonan luluh semen ataupun beton dari masyarakat. Perbaikannya menjadi tambal sulam memanfaatkan sisa luluh yang dipakai perbaikan jalan,” ujar Politisi Demokrat tersebut.

Baca juga :  PPDB Jalur Prestasi SMP Negeri di Kota Denpasar Dimulai

Pria yang sering dipanggil Tjok Asmara ini juga mengatakan pada reses enam bulan lalu sudah pernah ada usulan perbaikan Jalan Raya Andong, dan sampai sekarang juga belum bisa direalisasiskan perbaikannya. Hal itu dikarenakan ketersedian anggaran sangat terbatas apalagi pada pandemi Covid-19 yang sampai saat ini juga belum berakhir.

“Saat kita reses setahun lalu dan enam bulan lalu, sampai sekarang belum bisa dilakukan perbaikan terutama Jalan Raya Andong Gianyar dan sebagai jalan penghubung obyek wisata menjadi langganan banjir,” ungkapnya.

Baca juga :  Pemkot Denpasar Berikan Relaksasi Penundaan Pembayaran PBB-P2

Tjok Asmara Putra menambahkan dari kegiatan reses yang sudah dilakukan, aspirasi masyarakat dijadikan catatan yang akan dituangkan dalam pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD Bali, dan akan disampaikan kepada eksekutif nanti. Pihaknya berharap hasil reses ini bisa disampaikan ke eksekutif dan dialokasikan anggarannya dalam APBD Bali.

Selain infrastruktur jalan, usulan bantuan dana hibah yang difasilitasi anggota dewan juga sangat banyak disampaikan. Namun, dana hibah yang difasilitasi anggota dewan nilainya juga sangat kecil. Pada APBD Induk kisaran diangka Rp1,5 miliar dan pada APBD Perubahan berkisar Rp400-an juta. (115)

Baca juga :  Covid-19 di Denpasar, 26 Pasien Sembuh dan Positif 34 Orang

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini