Direlokasi, Jualan Pedagang Pasar Seni Kuta Bakal Gunakan Tenda

picsart 22 05 26 19 43 52 346
PASAR SENI - Sosialisasi yang dilaksanakan Desa Adat Kuta, kepada pedagang Pasar Seni Kuta I.

Kuta, DENPOST.id

Pedagang Pasar Seni Kuta, kini bersiap untuk direlokasi seiring dilakukannya penataan Pantai Kuta. Di mana, relokasi akan dilakukan ke areal parkir depan Bali Anggrek Inn sekitar 4 sampai 5 bulan.

Hal itu, terungkap saat dilakukan sosialisasi kepada pedagang Pasar Seni Kuta I, Rabu (25/5/2022), oleh Bendesa Adat Kuta, Wayan Wasista, didampingi Kepala Pasar Seni, Jro Mangku Nyoman Subaga; tim Kajian Teknis I Nengah Rasna, dan pengurus Bupda Ni Nyoman Inten Kemara Septiana Putri.

Baca juga :  Perempuan Linglung Ditemukan di Legian

Dalam kesempatan tersebut, Wasista mengharapkan dukungan para pedagang agar relokasi berjalan lancar. Selain itu, dalam kesempatan tersebut juga dibahas tentang model tempat jualan di lokasi yang baru karena pemenang tender hanya menyiapkan tempat.

Wasista juga meminta agar para pedagang bersiap-siap, mengingat waktu relokasi yang cukup pendek. Dalam sosialisasi tersebut, pada intinya para pedagang Pasar Seni Kuta 1 setuju untuk relokasi sementara di tempat yang sudah ditentukan, yakni di sebelah barat tembok pantai (penataan rencana lahan parkir permanen) depan Bali Anggrek selama sekitar 4 sampai 5 bulan.

Baca juga :  Blusukan, Bupati Jembrana Temukan Sapi Bantuan Kurus

Hal ini sampai selesainya pembangunan pasar seni baru yang dikerjakan PUPR Badung.
Sementara terkait opsi model atau teknis berjualan di tempat relokasi, anggota tim Kajian Teknis Nengah Rasna memaparkan dari 3 opsi yang disodorkan disepakati bersama adalah pemasangan tenda yang menaungi lahan relokasi oleh Desa Adat Kuta.

Sedangkan tiap pedagang menggunakan meja ukuran 2×1 untuk berjualan dengan penyekat triplek antarpedagang. Selain itu, tim Kajian Teknis ditugaskan untuk merancang layout meja dan alur sirkulasi pengunjung dengan ukuran lahan relokasi/parkir 90 m x 16 m.

Baca juga :  Badung Sambut Baik Pemberlakukan Karantina Wisman Selama Tiga Hari

Sedangkan terkait jumlah pedagang yang pasti akan berdagang di sana masih menunggu data dari desa adat atau bupda. (113)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini