Karantina Tolak Pengiriman Ratusan Ekor Babi ke Pulau Jawa

pmk 1
PENGAWASAN - Pengawasan kandang ternak dilaksanakan tim gabungan untuk pengantisipasi penyakit mulut dan kuku.

Negara, DENPOST.id

Penyakit mulut dan kuku (PMK) hingga saat ini masih meresahkan para peternak.
Apalagi pasca-PMK merebak, pengiriman ke luar pulau diawasi dengan ketat bahkan dilarang.
Salah seorang peternak yang tidak mau disebut namanya, Jumat (27/5/2022) mengaku kini bingung harus menjual ternak babinya ke mana, karena pengiriman ke luar daerah dilarang. Sementara untuk penjualan lokal juga terbatas. “Apalagi menjelang ada pembatasan saya baru beli bibit dan yang sudah layak jual harus ditransaksikan karena modal juga harus mutar,” jelasnya.

Hingga saat ini lalu lintas ternak sapi, babi, kambing dan kerbau antarpulau Bali dan Jawa melalui jalur darat masih tidak diperbolehkan mengingat wabah PMK di Jawa Timur. Karantina Gilimanuk juga telah meminta peternak atau pengiriman untuk sementara mengikuti imbauan. Karena bilamana tetap nekat dilakukan, akan ditolak di Jawa Timur.

Baca juga :  Pujawali di Pura Rambut Siwi Tanpa Libatkan Banyak Pamedek

Karantina Pertanian Wilayah Kerja Gilimanuk sejak sepekan lalu melakukan tindakan tegas dengan menolak sedikitnya 240 ekor babi yang nekat dikirim ke Pulau Jawa. Sebagian besar bahkan sudah sampai di Ketapang, Jawa Timur. Selain tanpa dokumen resmi, juga karena transit di daerah wabah (Jawa Timur). Langkah tegas ini untuk antisipasi penyebaran PMK yang sudah mewabah di sejumlah wilayah di Pulau Jawa masuk ke Bali.

Truk yang mengangkut ternak babi itu selanjutnya dikembalikan ke Bali dan dilakukan tindakan karantina. Kemudian dikembalikan ke peternakan asal.

Baca juga :  Sebulan, Empat Pengguna Narkoba Dibekuk

Penanggung jawab Karantina Pertanian Wilker Gilimanuk, Nyoman Ludra, menyebutkan, sejak diberlakukannya larangan lalu lintas ternak terkait wabah (PMK) di Jawa Timur, masih ada yang nekat mengirimkan ternak babi ke Jawa. Ludra mengatakan, sejauh ini sudah ada tiga truk pengangkut babi yang ditolak lantaran tanpa dokumen dan transit di wilayah wabah.

Menurut Nyoman Ludra, satu truk itu rata-rata ada 70 ekor babi. Pengiriman ini tergolong nekat lantaran sejak pekan lalu sudah ada SE terkait larangan lalu lintas masuk ke wilayah wabah PMK di Jawa Timur.
Karantina Wilker Gilimanuk selanjutnya mengembalikan ternak ke kandang asal setelah dilakukan karantina baik menyemprotkan disinfektan dan pemeriksaan kondisi ternak. Dari catatan Surat Perintah Penolakan, pengiriman berasal dari Tabanan dan Gianyar. (120)

Baca juga :  Kadis PUPR Gianyar Terpapar Covid-19, Puluhan Pegawai Jalani Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini