Desa Adat Batur Gelar Caru Balik Sumpah di Gunung Batur

picsart 22 05 30 17 19 15 674
BALIK SUMPAH - Upacara Caru Balik Sumpah - Rsigana digelar di Jaba Pura Pasar Agung, Gunung Batur, Kintamani, Bangli. DENPOST.id/ist

Bangli, DENPOST.id

Bertepatan dengan Rahinan Tilem Sasih Jiestha, Senin (30/5), Desa Adat Batur, Kintamani, Bangli, menggelar upacara pembersihan secara sekala dan niskala berupa Caru Balik Sumpah – Rsigana. Upacara ini dipusatkan di halaman parkir atau Jaba Pura Pasar Agung, Gunung Batur. Upacara ini digelar setelah terjadi beberapa kejadian di areal pendakian Gunung Batur seperti tewasnya pendaki karena terjungkal beberapa waktu lalu.

Upacara ini dipuput oleh sulinggih, Ida Pandita Mpu Nabe Siwa Putra Darma Daksa dari Griya Agung Lingga Acala Banjar Calo, Tegallang, Gianyar. Menggunakan sarana hewan berupa sapi, babi (kucit butuan), angsa dan sarana lainnya. Pelaksanaan upacara diikuti masyarakat Desa Adat Batur didampingi unsur Pemerintah Kabupaten Bangli, BKSDA Bali, Pemerintah Kecamatan Kintamani, PHDI Bangli, dan unsur Perhimpunan Pramuwisata Pendakian Gunung Batur (P3GB).

Pamucuk Desa Adat Batur/Pangemong Pura Ulun Danu Batur, Jero Gede Batur Duhuran, mengatakan, upacara yang digelar bertujuan untuk menyucikan kembali Gunung Batur secara niskala. Sebab, Gunung Batur diyakini sebagai kawasan suci tempat Ida Bhatari Danuh berstana.

“Hari ini kami mengadakan upacara balik sumpah Rsi Gana, karena kami meyakini Gunung Batur sebagai lingga Ida Bhatari Batur. Semoga acara yang kami adakan bersama Pemerintah Kabupaten Bangli, Tripika Kecamatan Kintamani, dan instansi lain, serta perkumpulan pendaki gunung dapat berjalan baik dan tidak ada lagi kejadian seperti ini,” katanya.

Baca juga :  PKK Provinsi Bali Gelar Pasar Rakyat di Alun-alun Kota Bangli

Menurutnya peristiwa meninggalnya wisatawan di Gunung Batur dianggap sebagai kecuntakaan atau kekotoran secara niskala. Oleh sebab itulah, secara tradisi mereka berkewajiban membersihkan kembali stana dari Ida Bhatari Danuh. Sejatinya upacara Panca Sata juga sebelumnya telah digelar, akibat adanya bule yang berbuat asusila yang membuat video asusila di Gunung Batur. “Jadi, bagi kami ada kecuntakaan akibat di Pajenengan Ida (Gunung Batur) ada yang meninggal. Kami berharap semoga dengan yadnya ini Gunung Batur kembali suci sekaligus kami memohon maaf kepada Beliau atas kondisi yang terjadi,” jelasnya.

Baca juga :  Antisipasi Curanmor, Polisi Bina Jukir

Ke depan pihaknya berharap seluruh elemen bisa bersama-sama menjaga kesucian dan kesakralan Gunung Batur. Edukasi atas keberadaan Gunung Batur harus terus dilakukan agar masyarakat dan wisatawan dapat berlaku yang sesuai dengan kearifan yang ada.

Hal senada dinyatakan petugas penjaga Resort TWA Gunung Batur Bukit Payang, Wayan Sudana. Ia menegaskan bahwa pendakian Gunung Batur masih tutup sejak 23 maret 2020 dan belum dibuka sampai saat ini. “Namun, yang mendaki menerobos-menerobos, kita sudah pasang spanduk larangan agar tidak mendaki, namun warga dan wisatawan domestik ini banyak yang mendaki (ilegal),” sebutnya.

Baca juga :  Perumda Air Minum Berencana Tambah Jaringan

Pihaknya pun mengakui bahwa keterbatasan personel menjadi kendala utama yang dihadapi selama ini dalam mengamankan seluruh kawasan pendakian. Saat ini, per harinya mereka hanya ditugaskan berjaga sebanyak 4 orang, jumlah tersebut tidak sepadan, terlebih mengingat banyaknya akses pendakian yang bisa dilalui oleh pendaki. Adapun jalur pendakian legal yang di bawah pengawasannya adalah jalur melalui pintu masuk P3GB dan di Toya Bungkah.

Berpijak pada pengalaman-pengalaman yang ada, dia mengaku telah menyiapkan mekanisme pengawasan dengan membentuk tim gabungan. “Ke depan di kawasan Gunung Batur nanti akan ada personel gabungan dari unsur BKSDA, Polsek, dan Koramil, juga dari P3GB. Kita akan jaga dari pagi di titik-titik pendakian yang kita lakukan. Itu akan dilakukan setelah kami buka secara resmi yang nanti akan dilakukan oleh Kepala Balai,” bebernya. (128)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini