Diduga Korupsi, Seorang Pengurus LPD Sangeh Jadi Tersangka

periksa lpd
GELEDAH LPD SANGEH - Penyidik Kejati Bali saat menggeledah Kantor LPD Sangeh belum lama ini. Kejati akhirnya menetapkan seorang pengurus LPD setempat, berinisial AA, menjadi tersangka kasus dugaan tipikor. DenPost.id/ist

Mangupura, DenPost.id

Seorang pengurus Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Sangeh, Kecamatan Abiansemal, Badung, berinisial AA, ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor). Penetapan tersangka itu dilakukan penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali, pada Jumat (3/6/2022).

Kepala Seksi Penerangan Hukum A.Luga Harlianto, Minggu (5/6/2022), mengatakan tersangka AA diduga melakukan tindak pidana penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang dalam pengelolaan keuangan di LPD Adat Sangeh. “Berdasarkan pengumpulan bukti yang dilakukan penyidik, Kejaksaan Tinggi Bali akhirnya menetapkan AA, yang menjabat pengurus LPD Sangeh ini, menjadi tersangka,” bebernya.

Baca juga :  Tolak Kedatangan AWK di Nusa Penida, Warga Bakal Gelar Aksi di Monumen Puputan

Menurut Luga, dalam penyidikan yang dilakukan sejak 16 Maret 2022, Kejati Bali telah memintai keterangan 35 saksi, termasuk seorang saksi ahli. “Hingga akhirnya kami menemukan fakta hukum bahwa AA sejak tahun 2016 hingga 2020 diduga melakukan tindak pidana korupsi,” tegasnya.

Tersangka AA menjabat sebagai pengurus LPD Sangeh selama 31 tahun yakni sejak tahun 1991 hingga saat ini. Tahun 2016 hingga 2020, penyidik menemukan perbuatan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh AA. Salah satu modusnya yakni membuat kredit fiktif. “Akibat perbuatan tersangka dan berdasarkan hasil audit internal oleh Kantor Akuntan Publik, LPD Sangeh mengalami kerugian Rp 130.869.196.075,68,” tambah Luga.

Baca juga :  Cegah Covid-19, Desa Adat Padangsambian Bentuk Satgas

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh ahli dengan alat bukti lainnya, nilai kerugian sementara yang dialami LPD Sangeh yakni sekitar Rp 70 miliar. “Hasil audit internal ini sejak awal menjadi alat bukti oleh penyidik yang kemudian terus didalami selama penyidikan. Pada intinya ada kerugian negara yang dialami LPD Sangeh,” imbuhnya.

Lebih lanjut Luga mengungkapkan setelah menetapkan tersangka, penyidik akan mendalami peran tersangka AA. Selain mengumpulkan alat-alat bukti, saksi dan ahli, penyidik juga berencana menyita setiap barang yang digunakan atau merupakan hasil dari perbuatan korupsi yang diduga dilakukan tersangka AA. “Pimpinan Kejaksaan Tinggi Bali sangat konsern terhadap penanganan penyidikan ini. Penyidik telah diberikan arahan agar tidak hanya berorientasi pada perbuatan AA, namun juga melakukan upaya-upaya sesuai peraturan hukum untuk memulihkan keuangan LPD. Dengan mengoptimalkan pemulihan keuangan LPD, maka nasabah dapat bertransaksi kembali,” tandas Luga. (yan)

Baca juga :  Penutupan Operasional Boat Cepat di Klungkung Berlanjut

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini