Terkait Pengelolaan Sampah, Bupati Beri Arahan Bendesa Adat Se-Badung

picsart 22 06 06 18 36 30 628
PENGELOLAAN SAMPAH - Bupati Badung, Nyoman Giri Prasta, didampingi Kadis LHK Badung, Wayan Puja, saat memberikan pengarahan kepada bendesa adat se-Kabupaten Badung, terkait sosialisasi dan koordinasi pengelolaan sampah di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Senin (6/6/2022)

Mangupura, DENPOST.id

Dalam rangka mewujudkan pengelolaan sampah terintegrasi dan berkelanjutan berbasis sumber, Bupati Badung, Nyoman Giri Prasta, didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Badung, Wayan Puja, memberikan arahan kepada bendesa adat se-Kabupaten Badung, di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh bendesa adat se-Kabupaten Badung yang sudah hadir hari ini. Kita melaksanakan sosialisasi dan koordinasi berkenaan rencana penutupan TPA Sarbagita, dan kesiapan Kabupaten Badung dalam mendukung pelaksanaan Presidensi G20,” ujar Bupati Giri Prasta, Senin (6/6/2022).

Giri Prasta juga mengingatkan kepada seluruh bendesa adat agar selalu menjalin koordinasi dengan desa dinas/kelurahan agar jangan sampai terjadi tumpang tindih pengelolaan sampah di wilayah masing-masing. “Kita harus tegaskan kesiapan pengelolaan sampah di bawah agar jangan terjadi saling lempar tanggungjawab. Itu tanggungjawab desa adat, itu tanggung jawab desa/kelurahan, sehingga tidak clear urusan tentang pengelolaan sampah ini. Untuk itulah hari ini kita selesaikan dan astungkara ini bisa kita lakukan dengan baik,” ujarnya.

Lebih lanjut Bupati Giri Prasta mengungkapkan sebagai bukti konkret keseriusan Pemkab Badung dalam menangani sampah secara berkelanjutan, pihaknya melalui OPD terkait sudah membangun TPST di Badung Selatan, Badung Tengah dan Badung Utara, dan semua desa juga diwajibkan untuk membangun TPS3R. “Saya kira inilah cara terbaik yang kita lakukan untuk menghindari timbunan dan timbulan sampah di Kabupaten Badung, mengingat ada sampah rumah tangga, restoran dan seterusnya. Di samping itu, ada juga sampah kiriman dari angin barat yang jumlahnya sampai 300 ton per hari, inilah yang harus kita lakukan dengan baik bersama masyarakat, perbekel, lurah dan desa adat sekaligus kita akan carikan juga teknologi pengelolaan sampah yang canggih ini, salah satu langkah kita dalam menangani sampah berbasis sumber,” terangnya.

Baca juga :  Razia Prokes, 17 Pelanggar Terjaring di Kutsel

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Badung, Wayan Puja melaporkan sosialisasi dan koordinasi dengan bendesa adat terkait pengelolaan sampah berbasis sumber merupakan suatu hal yang penting dalam menyikapi kondisi yang berkembang belakangan ini, seperti pelaksanaan Presidensi G20 di Nusa Dua, dan rencana penutupan TPA Regional Sarbagita Suwung. “TPA Regional Suwung rencananya akan ditutup pada September, oleh karena persoalan sampah bukan hal yang sepele dan merupakan kunci dalam menciptakan kondisi bersih sebagai daerah tujuan wisata. Oleh karena itu, kita melaksanakan koordinasi dengan seluruh bendesa adat,” ucapnya. (a/115)

Baca juga :  Tari Baris Babuang Diusulkan Jadi WBTB Indonesia

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini