BNN Ancam Jemput  Ratusan Pelanggan ‘’Apotek SS’’ di Buleleng

sugi
PERLIHATKAN TERSANGKA - Kepala BNNP Bali Brigjen Gde Sugianyar Dwi Putra memperlihatkan para tersangka kasus ‘’apotek

Kereneng, DenPost.id

Aparat BNNP Bali dan BNNK Buleleng bakal menjemput dan mencari ratusan orang yang menjadi pelanggan tetap ‘’apotek sabu-sabu (SS)’’ di Jalan Gajah Mada, Desa Kendran, Buleleng. Kepala BNNP Bali Brigjen Gde Sugianyar Dwi Putra mengungkapkan hal itu Kamis (9/6/2022).

Menurutnya, hingga kini ratusan orang yang tercatat sebagai pelanggan ‘’apotek SS’’ belum juga menyerahkan diri. “Selain keterlibatan oknum PNS, kepala lingkungan (kaling) dan anak anggota DPRD Buleleng, kami telah mengantongi ratusan nama orang lainnya,” beber Brigjen Sugianyar.

Dia menambahkan bahwa para pelanggan itu sebagian besar warga Buleleng. Jenderal polisi asal Kediri, Tabanan, ini mengaku telah memerintahkan anggotanya untuk melakukan penjemputan atau penjangkauan terhadap ratusan orang tersebut. “Kami sebut penjangkauan. Ini sama seperti penjemputan atau pengejaran. Kami imbau agar mereka datang melapor (ke BNN). Jika tidak datang, saya perintahkan anggota untuk menjemput mereka-mereka yang menjadi korban penyalah guna narkotika untuk dibawa ke BNNP Bali,” tebas Brigjen Sugianyar.

Lebih lanjut dikatakannya, para pelanggan ‘’apotek SS’’ yang telah dijemput akan dilakukan dua hal. Pertama: pemeriksaan secara hukum dan petugas akan mendalami keterlibatan jaringan yang ditindak sesuai hukum yang berlaku. Kedua: dari sisi aspek kecanduan yakni sejauh mana tingkat kecanduan mereka sehingga akan dites urine. Jika positif, maka akan diperiksa secara medis sejauh mana tingkat ketergantungan mereka. “Jika tingkat ketergantungan rendah, maka akan rawat jalan. Namun kalau tingkat ketergantungannya tinggi, maka dilakukan rehab di BNNP,” ungkap Sugianyar.

Baca juga :  Kasus Covid-19 Melandai, Isoter Asrama Undiskha Ditutup

Sebelumnya DenPost.id memberitakan, tim Brantas BNNP Bali menggerebek “apotek sabu-sabu (SS)’’ yang dikelola oleh satu keluarga di Buleleng. Petugas menangkap empat tersangka berinisial Tom (50), AM (23), KLS (45), dan DP (51), di salah satu rumah di Jalan Gajah Mada, Desa Kendran, Buleleng, Sabtu (28/5/2022). Dari keempat orang yang diamankan itu, dua di antaranya ayah dan anak.

Para tersangka membuka “apotek SS’’ dengan modus membeli dan memakai di tempat. Hal yang mengejutkan salah satu pembelinya adalah anak salah seorang anggota DPRD Buleleng berinisial PA. Dia sebagai  pembeli. Dia diduga kecanduan SS. PA membeli SS seberat 0,1 gram di rumah Tom, si pemilk “Apotek SS’’.

Baca juga :  Terlelap Tidur, Kos Pasutri Disatroni Garong

Menurut Sugianyar, PA telah menyerahkan diri dan menjalani tes urine. “Dari hasil pengembangan, jika dia (PA) terlibat jaringan atau bagian dari pengedar, maka akan kami proses secara hukum. Namun sampai saat ini belum terindentifikasi sebagai bagian (sindikat pengedar). Dia hanya sebagai pembeli dan korban penyalahgunaan narkoba. Ketika tingkat kecanduannya muncul, dia membeli di sana,” tegasnya.

Sugianyar mengungkapkan bahwa PA menyerahkan diri secara sukarela yang diantar oleh keluarganya ke BNNK Buleleng untuk minta direhabilitasi. “Nanti kami sampaikan perkembangannya. PA masih dalam pengawasan dan pemeriksaan,” tegasnya.

Lebih lanjut Sugianyar menyebut terungkapnya peredaran narkoba ini berdasarkan informasi masyarakat. Kemudian komplotan tersebut digerebek BNN di rumahnya di Jalan Gajah Mada, Banjar Penataran, Desa Kendran, Buleleng. “Anggota kami langsung melakukan penggerebekan di lokasi. Di sana diamankan pria berinisial AM yang hendak pergi dari rumah. Saat bersamaan, juga diamankan KLS yang saat itu sedang duduk di teras rumah,” imbuhnya.

Penyisiran dilakukan di rumah itu hingga diamankanlah Tom di dalam kamar. Saat melakukan penggeledahan, petugas mengamankan barang bukti berupa 54 paket SS dengan berat total 35,69 gram (bruto).

Baca juga :  Punya Aset Rp240 Miliar, LPD Anturan Tak Mampu Cairkan Uang Nasabah

Berdasarkan pemeriksaan ketiga tersangka, bos besar penjualan narkotika itu adalah Tom. Sedangkan AM dan KLS hanyalah pesuruh yang kerap ditugaskan Tom untuk melayani para konsumen. “Dari hasil pemeriksaan terhadap Tom, dia mengaku sebagian SS yang dijualnya dibeli dari seorang bernama DP. DP juga diamankan di kediamannya di Perum Taman Wira Segara Desa Pemaron, Buleleng,” tambah Sugianyar.

Menurutnya, praktik ‘’apotek SS’’ yang dijalankan Tom dan keluarganya dimulai tahun 2019. Setidaknya mereka sudah punya ratusan pelanggan yang kerap membeli dan langsung memakai di tempat milik Tom. “Tom ini sebelumnya mantan napi kasus judi. Sekarang dia beralih jualan narkoba. Dulu dia jualan togel,” beber Sugianyar.

Para tersangka dikenai Pasal 114 Ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) atau Pasal 112 Ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) UU No.35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana penjara paling kurang lima tahun dan maksimal seumur hidup. (yan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini