Perpustakaan Klungkung Kurang Representatif

picsart 22 06 12 20 18 43 924
PERPUSTAKAAN - Seorang warga mengunjungi Perpustakaan Daerah Klungkung, Jumat (10/6/2022).

Semarapura, DENPOST.id

Kondisi perpustakaan Klungkung, hingga kini masih kurang representatif atau memadai. Hal ini terjadi lantaran kondisi ruangan perpustakaan saat ini masih menjadi satu dengan ruangan kerja, sehingga kurang nyaman untuk dikunjungi warga. Tak hanya itu, angka gemar membaca di Klungkung tahun ini masih rendah, yakni 50,42 persen.

Angka ini memang sedikit meningkat dari tahun 2021, yakni 40,20 persen. Namun, angka itu menunjukan kebiasaan gemar membaca buku di Klungkung masih relatif rendah. Apalagi rata-rata umur warga yang membaca buku ke perpustakaan antara 12 sampai 23 tahun dan jenis bacaan yang paling digemari buku-buku best seller.

Baca juga :  Klungkung Teruskan Karantina OTG-GR di Hotel

“Persentase itu dari hasil survei kami setiap tahun, ada kuisioner yang kami sebarkan. Di sana ada data-data misal berapa buku yang dibaca atau berapa lama membaca buku dalam kurun waktu tertentu,” ungkap Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Klungkung, I Komang Wisnuadi, beberapa waktu lalu.

Menurut Wisnuadi, jumlah koleksi buku di Perpustakaan Daerah Klungkung saat ini sudah mencapai 23 ribu. Semua jenis buku tersebut, tersebar di perpustakaan daerah di perpustakaan desa ataupun di perpustakaan keliling. Hanya saja diakui saat ini perpustakaan daerah di Klungkung, masih kurang representatif, karena kondisinya menjadi satu dengan ruang kerja.

Baca juga :  Dua Korban Truk Engkel Dipulangkan, Satu Orang Masih Kritis

“Walau koleksi buku lengkap, susah juga kalau perpustakaan tidak memiliki ruang membaca yang nyaman. Saya kira memang perlu dibangun gedung perpustakaan baru yang mengkhusus dan tidak berbaur dengan kantor kearsipan,” ujar Wisnuadi. (119)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini