Korban Sepakat Damai, Perbekel Catur Bebas

picsart 22 06 13 12 58 44 053
Ilustrasi

Bangli, DENPOST.id

Satuan Reserse Kriminal Polres Bangli hingga pertengahan di tahun 2022 ini,  mampu menyelesaikan 18 perkara pidana dengan restorative justice (RJ) atau keadilan restoratif. Salah satunya adalah perkara penipuan yang diduga dilakukan oknum Perbekel Catur, Kecamatan Kintamani Bangli, I Wayan Sukarata (48). Di mana antara pelapor dengan terlapor sudah sepakat damai, sehingga penyelesaian kasusnya bisa tuntas melalui RJ. Artinya, Sukarata yang sebelumnya ditahan kini sudah bebas.

Selain kasus Perbekel Catur, kasus lain yang juga diselesaikan secara RJ yakni pencurian biasa 5 kasus, pencurian ringan 6 kasus, penggelapan, perzinahan, penipuan, dan penghinaan masing-masing 1 kasus, serta penganiayaan ringan 3 kasus. Semua kasus ini, syarat formal dan materiil telah terpenuhi dalam Peraturan Polri No. 8 Tahun 2021 tentang Penanganan Tindak Pidana berdasarkan Keadilan Rertorstif.

Baca juga :  Siapkan 9.000 Nasi Bungkus, Prajurit TNI Masak dari Jam 1 Pagi

“Ini juga sesuai visi presisi Bapak Kapolri,” kata Kasatreskrim Polres Bangli, AKP Androyuan Elim, didampingi Kasi Humas Polres Bangli, Iptu I Wayan Sarta, Senin (13/6/2022).

Elim menyebut, restorative justice saat ini menjadi prioritas kepolisian dalam melakukan penyelesaian perkara. Pasalnya, itu merupakan prinsip utama dalam keadilan restoratif yakni penegakan hukum yang selalu mengedepankan pemulihan kembali pada keadaan semula, dan mengembalikan pola hubungan baik dalam masyarakat. “Penyidik harus memiliki prinsip bahwa hukum pidana menjadi upaya terakhir dalam penegakan hukum (Ultimum Remidium). Polri harus bisa menempatkan diri sebagai institusi yang memberikan rasa keadilan kepada masyarakat,” tegasnya.

Namun ditekankannya, tidak semua perkara dapat diselesaikan dengan pendekatan restorative justice. Hal itu sebagaimana Pasal 5 Perpol 8 Tahun 2021, di mana kasus-kasus yang dapat diselesaikan melalui restorative justice harus memenuhi persyaratan materil. Adapun tindak pidana kejahatan yang tidak bisa diselesaikan dengan restorative justice yakni terorisme, pidana terhadap keamanan negara, korupsi dan perkara terhadap nyawa orang, dan juga tidak menimbulkan keresahan dan/atau penolakan dari masyarakat, tidak berdampak pada konflik sosial dan tidak berpotensi memecah belah bangsa.

Baca juga :  Terima Banyak Keluhan Soal BST, Dewan Ingatkan Desa agar Transparan

Terkait kasus oknum Perbekel Catur, dijelaskan, jika kedua belah pihak antara korban selaku pelapor dengan terlapor sepakat berdamai. Terlebih sebelumnya mereka berteman baik, sehingga dengan penyelesaian RJ ini, hubungan pertemannya bisa kembali terjalin.

Diberitakan sebelumnya Perbekel Desa Catur, Kecamatan Kintamani, Bangli, bernama I Wayan Sukarata diamankan sekaligus ditahan Satuan Reserse Kriminal Polres Bangli pada Selasa (24/5/2022). Dia diduga terlibat kasus penipuan terkait tanah tahun 2019, sebelum dirinya menjabat sebagai perbekel.

Baca juga :  Warga Desa Belandingan Ditemukan Tewas Gantung Diri di Pohon Nangka

Kasus tersebut bermula saat seorang pria asal Jakarta bernama Rudi tengah berlibur di Bali bersama keluarganya tahun 2019 lalu. Saat itu Rudi berkunjung ke Desa Catur. Rudi kemudian bertemu dengan Sukarata. Diketahui jika istri Rudi merupakan teman dari istri Perbekel Catur ini.

Pada pertemuan tersebut, Sukarata sempat menawari Rudi sebidang tanah yang luasnya sekitar 25 are. Rudi pun diajak melihat lokasi tanah tersebut. Transaksi akhirnya disepakati. Tanah tersebut dibeli oleh Rudi dengan harga sekitar Rp 650 juta pada tahun 2019 dan telah dibayar lunas. Namun hingga tahun 2022 tidak ada kejelasan pengalihan dan surat-surat tanah tersebut. Beberapa kali Sukarata sempat dihubungi tetapi tidak ada kejelasan atas surat tanah tersebut, sehingga Rudi melaporkan kejadian ini ke Polres Bangli. (128)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini