Padi di Subak Getakan Diserang Penyakit Tungro

picsart 22 06 13 16 42 52 513
TUNGRO - Sejumlah petani mencabut beberapa tanaman padi miliknya yang terserang penyakit tungro, Senin (13/6/2022).

Semarapura, DENPOST.id

Tidak hanya penyakit kresek, tanaman padi di Kabupaten Klungkung juga mulai diserang penyakit tungro dan blas. Kondisi ini terjadi di Desa Getakan, Kecamatan Banjarangkan. Ada sekitar dua hektar tanaman padi di Subak Dlod Getakan diserang kedua penyakit tersebut.

Untuk mencegah penyakit tersebut meluas, sejumlah petani mulai mencabut beberapa tanaman padi miliknya yang terserang penyakit tungro. Seperti yang dilakukan Kelian Subak Dlod Getakan, Putu Yasa (40), Senin (13/6/2022). Dia terpaksa mencabut tanaman padinya padahal sudah berusia sekitar tiga bulan.

“Ini terkena tungro, batang sampai daunnya menguning. Ini yang kena masih sedikit, harus segera dicegah. Kalau dibiarkan bisa meluas,” ujar Putu Yasa.

Menurut Putu Yasa, luasan lahan pertanian warga yang terkena penyakit tungro sekitar 1 hektar dan terkena penyakit blas sekitar 1 hektar. Sementara luasan lahan padi yang terancam terkena penyakit tungro dan blas total mencapai 18 hektar.

Baca juga :  Kakak Adik di Desa Timuhun Alami Ini, Tubuh Kurus Kering dan Sering Benturkan Kepala ke Tembok

“Padi yang sudah terserang organisme penganggu tanaman (OPT) ini harus dicabut, dan dibuang agar tidak meluas ke tanaman padi lainnya. Kami sudah melapor ke Dinas Pertanian agar disemprot untuk antisipasi penyakit tanaman tidak meluas,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Klungkung, Ida Bagus Juanida, mengatakan, penyakit tanaman tungro disebabkan oleh virus yang disebarkan wereng hijau. Sementara penyakit blas disebabkan jamur pylicularia grisea. Iapun mengaku telah mendampingi petani, untuk pengendalian organisme penganggu tanaman di wilayah Subak Dlod Getakan.

Baca juga :  Satu ASN di Klungkung Positif Covid-19

“Ada laporan petani, padi warga di sini diserang tungro dan blas. Jadi kami telah bagikan obat pembasmi hama pada tanaman, sehingga serangan organisme penganggu tanaman tidak meluas,” kata IB Juanida.

Menurut IB Juanida, serangan penyakit tongro dan blas di Subak Dlod Getakan masih ringan, karena presentase serangannya di bawah 10. Hal ini dianggap juga bagian dari manajemen budidaya. Namun jika tungro dan blas pada padi lambat ditangani, bisa berakibat fatal. Selain menyebabkan penurunan produksi, yang paling parah bisa menyebabkan gagal panen.

Baca juga :  Baliho Rakerda Dirobek, Pengurus DPC Gerindra Minta Kader Tak Terprovokasi

“Kami terus ingatkan petani untuk melapor sesegera mungkin ke Dinas Pertanian, jika ada padi warga terserang organisme pengganggu tanaman, sehingga penanganan segera di lakukan, dan penyebaran padi yang terserang tidak meluas,” tandasnya. (119)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini