PUTR Buleleng Akan Bangun 270 Unit Sanitasi Air Limbah

picsart 22 06 14 17 57 08 309
TANGKI SEPTIK - Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Buleleng, membangun 270 unit tangki septik skala individual pedesaan dengan bilik sederhana.

Singaraja, DENPOST.id

Sanitasi masyarakat menjadi perhatian khusus Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR). Tahun ini, dinas yang dipimpin Putu Adiptha Eka Putra itu, menyalurkan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat sebesar Rp2,2 miliar.

DAK tersebut, disalurkan kepada masyarakat untuk membangun 270 unit tangki septik skala individual pedesaan dengan bilik sederhana.

Ditemui di ruang kerjanya, Selasa (14/6/2022), Adiptha menyebutkan lima Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang masing-masing berada di Desa Tembok, Desa Tejakula, Desa Tegal Linggah, Desa Banjar Tegeha, dan Desa Pemuteran, diberikan anggaran untuk membangun fasilitas sanitasi air limbah secara swakelola. Teknis pekerjaan memang sepenuhnya diserahkan kepada masyarakat, namun Dinas PUTR tetap memberikan pendampingan teknis.

“Kita di internal juga ada tenaga fasilitator masyarakat yang mendampingi masing-masing desa itu, mendampingi di masing-masing tahapan sehingga secara total bisa tepat waktu di sana,” jelasnya.

Baca juga :  Percetakan UD Tiga Seruni Terbakar, Buku dan Naskah Ujian Hangus

Sebelum memulai proses pembangunan sanitasi air limbah, pihaknya terlebih dahulu memastikan penerima bantuan memiliki lahan yang cukup untuk membangun. Selain itu, akses air bersih juga wajib ada. Biasanya KSM memasoknya dari penyedia air bersih di desa, seperti Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) atau kelompok masyarakat pengelola air bersih.

KSM akan mulai bekerja didampingi tenaga fasilitator dengan memanfaatkan anggaran yang tersedia secara optimal. Terkait progres secara keseluruhan di Kabupaten Buleleng, lanjut Adiptha sudah mencapai 25%. Pihaknya menargetkan pada Oktober 2022, pengerjaan sudah mencapai 100%.

Baca juga :  Harga Tanah Tak Sesuai, Warga Enggan Tanda Tangan

Menurut Adiptha, program swakelola ini selain memberikan akses sanitasi yang layak kepada masyarakat kurang mampu, juga menyediakan program padat karya yang bisa menyerap tenaga kerja dari masyarakat setempat. (118)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini