Diduga Gelapkan Uang Nasabah, Oknum Bendahara LPD Langgahan Ditahan

picsart 22 06 15 12 57 42 788
DITAHAN - Tersangka I Made Mariana (baju oranye), ditahan di Mapolres Bangli.

Bangli, DENPOST.id

Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Bangli akhirnya menahan oknum Bendahara LPD Langgahan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, I Made Mariana alias I Kadek Artana alias I Kadek Mariana (40). Pria dua anak ini ditahan sejak Selasa (14/6/2022) tanpa perlawanan. Direncanakan dalam waktu dekat, perkaranya akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangli.

Dalam keterangan pers, Rabu (15/6/2022), Kasatreskrim Polres Bangli, AKP Androyuan Elim didampingi Kanit Tipikor Ipda I Wayan Dwipayana, dipaparkan, proses penyelidikan terhadap kasus ini sudah dilakukan sejak November 2019 lalu. Ada 34 saksi termasuk 4 saksi ahli yang sudah diperiksa dalam perkara yang merugikan keuangan negara (LPD Langgahan) mecapai Rp 2 miliar lebih atau tepatnya Rp 2.793.225.515 tersebut. Ada sejumlah dokumen yang disita, di antaranya, sejumlah buku tabungan, kwitansi, nota tabungan, uang tunai, daftar nominatif, serta buku kas.

Baca juga :  Bangli Siapkan RSJ dan Gedung SKB Sebagai Tempat Karantina PMI

Sejatinya, lanjut Androyuan, ada tiga orang lainnya yang telah menggunakan uang tersebut selain tersangka Mariana. Yakni ada Ketua LPD, Sekretaris serta juru penarik tabungan. Hanya saja ketiga orang tersebut dikatakan telah melakukan pengembalian uang dan persoalannya telah diselesaikan secara adat.

“Tersangka tidak bisa mengembalikan uang setelah proses adat itu dilakukan, sehingga dilaporkan. Kendati demikian kami masih melakukan pengembangan dan menunggu hasil persidangan dan keputusan hakim nanti. Apakah ada tersangka susulan atau bagaimana,” jelas Elim.

Sementara dari hasil keterangan tersangka, pihaknya tergiur melakukan penggelapan sejak tahun 2009 dan berlanjut hingga tahun 2018. Tersangka menggelapkan uang tabungan yang dititipkan oleh nasabah terhadap dirinya yang selaku bendahara sekaligus sebagai kasir LPD Langgahan. Uang tersebut diambil tersangka setiap bulannya antara Rp 2 hingga 5 juta. Selain itu, pria dua istri ini juga mengambil deposito dari belasan nasabah dengan nilainya berkisar Rp 50 hingga Rp 200 juta. Dengan total uang yang digelapkan mencapai Rp 1.961.461.000.

Baca juga :  PTM di Bangli Ditutup Hingga Batas Waktu yang Tak Ditentukan

“Dia buatkan form pengambilan deposito tapi uangnya tak diberikan ke nasabah. Nasabahnya kebanyakan petani, jadi karena sudah percaya baik nabung atau deposito kebanyakan menitip ke petugas LPD,” sambung Dwipayana.

Untuk menutupi perbuatannya setiap berkala, tersangka memberikan bunga dari tabungan tersebut kepada nasabah secara langsung menggunakan uangnya sendiri, sehingga nasabah tak curiga. Aksinya ketahuan setelah sekian tahun ketika dicek, baik tabungan dan depositonya sudah kosong. “Dari keterangan tersangka uang tersebut digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, foya-foya utamanya untuk bermain judi,” sebutnya.

Baca juga :  Positif Covid-19, Satu Warga Songan Meninggal, Juga Satu di Badung dan Klungkung

Meski sedang ada kasus, sementara ini LPD Langgahan dikatakan tetap beroperasi seperti biasa.
Dimintai konfirmasi terpisah, I Wayan Bakuh selaku penasihat hukum dari LBH Bangli Justice menyebutkan jika pihaknya sudah membuat berkas kuasa untuk mendampingi tersangka dalam persidangan. “Ya kemarin kami sudah buatkan kuasanya. Kami tunggu pelimpahannya nanti,” jawab Bakuh singkat. (128)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini