Rekonstruksi Kasus Pembunuhan, Korban Dibantai Lagi Setelah Tewas

picsart 22 06 15 13 08 38 254
REKONSTRUKSI - Polisi menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap Jape Rina, Rabu (15/6/2022).

Padangsambian, DENPOST.id

Polisi menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap Jape Rina (28) asal Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (15/6/2022) siang. Tiga tersangka, Benyamin Haingu, (24), Minto Umbu Rada (21) dan Papi Langu K. Humba (19) dihadirkan dalam gelar reka adegan pembunuhan di tiga lokasi kejadian, yakni dua tempat di Jalan Kusuma Bangsa II dan di Jalan Pidada III, belakang CV. Crystal, Ubung, Denpasar Utara.

Wakasat Reskrim Polresta Denpasar, AKP Wiastu Andri Prajitno, mengatakan, sebanyak 68 adegan diperagakan oleh tiga tersangka dalam rekonstruksi tersebut. “Ada tiga lokasi dilaksanakan rekontruksi yakni Jalan Kusuma Bangsa II timur di mana para tersangka dan korban minum miras merayakan pesta ulang tahun temannya. Kemudian Jalan Kusuma Bangsa II barat lokasi pembantaian korban oleh para pelaku dengan kayu, batako dan kepalan tangan. Terakhir tempat pembuangan jenazah korban di Jalan Pidada III,” katanya.

Baca juga :  Bekuk Penyalahguna Narkoba, Polisi Malah Temukan Pistol

Menurut Wiastu, korban diperkirakan tewas akibat hantaman batu di kepala oleh tersangka Daud Lono (buron). “Setelah tewas, jenazah korban dibonceng dengan motor ke Jalan Pidada III. Setelah di lokasi, jenazahnya dibuang dan para tersangka kembali memukul jenazah korban dengan bambu hingga matanya lepas,” bebernya.

Diberitakan sebelumnya, kasus pembunuhan terhadap Jape Rina (28) asal Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai jelas. Korban dibantai secara sadis di Jalan Kusuma Bangsa I, oleh empat tersangka menggunakan batako, kayu, bambu dan tendangan. Setelah korban tewas, jenazahnya dibawa ke Jalan Pidada I, Denpasar Utara kemudian diletakan di got, seolah-olah terjadi kecelakaan lalu lintas.

Kapolresta Denpasar AKBP Bambang Yugo Pamungkas mengatakan, hasil interogasi terhadap tiga tersangka, Benyamin Haingu, (24), Minto Umbu Rada (21) dan Papi Langu K. Humba (19), kasus penganiayaan dan pembunuhan berawal saat korban dan empat tersangka menghadiri acara ulang tahun teman mereka di Jalan Kusuma Bangsa II, Denpasar Utara, pada Sabtu (28/5/2022) sekitar pukul 23.00.

Baca juga :  Pembangunan Pelabuhan Sanur dan Bias Munjul Dimulai, Ditandai Peletakan Batu Pertama

Di pesta itu, mereka berpesta sambil minum miras hingga pukul 01.30. Kemudian, korban, para tersangka dan beberapa orang lainnya berjumlah tujuh orang pergi ke Lapangan Puputan, Denpasar. “Sampai di lokasi, mereka kembali pesta minuman keras,” ucap Bambang.

Usai minum, mereka kembali ke Jalan Kusuma Bangsa II. Sampai di lokasi, korban berselisih paham dengan tersangka Daud yang kini masih buron. Korban marah dan memukul serta menendang Daud. “Tersangka Daud juga membalas dengan memukul korban menggunakan kayu yang mengenai rahang dan punggung,” beber Bambang.

Kemudian korban mengambil motor hendak ke kosnya. Namun sempat dihadang oleh Daud. Korban menghindar dan pergi dari lokasi mengendarai sepeda motor. Daud yang masih tidak terima lantas mengejar korban. Hingga terjadi kejar-kejaran, hingga akhirnya korban terserempet lalu terjatuh hingga menabrak tumpukan batako di Jalan Kusuma Bangsa I.

Baca juga :  Soal Pemulihan Ekonomi di Masa Pandemi, Ini Kata Ari Dwipayana

Empat tersangka lantas menghampiri korban. Daud mengambil batako dan menghantam wajah korban. Selanjutnya Daud menyuruh tiga pelaku lain, Benyamin, Papi dan Munti ikut menghajar korban menggunakan batako dan balok kayu. Daud mengancam tiga tersangka lainnya jika tidak ikut menghabisi korban maka mereka yang akan dibunuh oleh Daud.

Setelah tewas, para tersangka membawa korban pergi dari lokasi dengan mengendarai sepeda motor. Dan salah satu tersangka membawa motor korban. “Jenazah korban diletakan di got di Jalan Pidada. Dan motornya diletakan di samping jenazah korban. “Para tersangka meletakan korban di got dan dibuat seolah korban kecelakaan,” tambah Bambang.
(124)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini