Polda Bali Siapkan Pengamanan Jelang KTT G20

waka
BERI KETERANGAN - Wakapolda Bali Brigjen I Ketut Suardana memberi keterangan kepada wartawan usai menerima kunjungan peserta SLISN PPRA LXIII Lemhannas, Rabu (15/6/2022). (DenPost.id/ist)

Kereneng, DenPost.id

Tingkat kriminalitas di Bali mengalami penurunan sejak wabah covid-19 merebak. Hal tersebut diungkap Wakapolda Bali Brigjen I Ketut Suardana usai menerima kunjungan peserta Studi Lapangan Isu Strategis Nasional (SLISN) PPRA LXIII Tahun 2022 Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Rabu (15/6/2022).

Kepada peserta SLISN, Suardana mengaku Polda Bali telah menyampaikan kesiapan pengamanan menjelang KTT G20. “Kami terus melakukan penyempurnaan dari segi persiapan dan keamanan. Dalam pengamanan ini, Polda Bali melibatkan berbagai unsur salah satunya desa adat,” bebernya.

Baca juga :  Puri Kauhan Ubud Gelar Ajang Kreasi Sastra tentang Pandemi

Mengenai kasus kriminal di Bali selama pandemic covid-19, menurut Suardana memang menurun. Hal ini menjadi acuan Polda Bali dalam menekan aksi kriminal menjelang konferensi tingkat dunia di Bali itu.

Tak hanya itu, menurut Brigjen Suardana, kesiapan Bali menjadi tuan rumah KTT G20 mendatang juga dapat dilihat dari pencapaian vaksinasi anticovid-19 yang melebihi target. “Para peserta dan pihak Lemhannas sangat terkesan dengan pencapaian vaksinasi. Terlebih keberhasilan ini melibatkan Bantuan Keamanan Desa Adat (Bankamda) dan Forum Sistem Pengamanan Lingkungan Terpadu Berbasis Desa Adat (Sipanduberadat). Inilah keunikan Bali yang tak ada di wilayah lain,” ungkapnya.

Baca juga :  Palak Pedagang di Jalan Ratna, Suamba Diamankan

Disebutkan pula Bankamda dan Sipanduberadat yang dikukuhkan ini diikuti oleh 1.000 desa adat dari seluruh Bali. Mereka memiliki jenjang mulai dari desa adat, kemudian kelurahan, kecamatan, kabupaten, sampai dengan provinsi. “Bankamda dan Forum Sipanduberadat merupakan bentuk kemitraan polisi dengan masyarakat yang berbasis community policing, yang memiliki komponen antara lain Bankamda, pecalang, linmas, satpam, dan komponen keamanan lain, di bawah binaan bhabinkamtibmas dan babinsa di tingkat desa adat,” imbuhnya.

Baca juga :  Bali Layani Vaksinasi untuk Pendatang

Lebih lanjut Brigjen Suardana mengatakan SLISN merupakan studi lapangan dengan melakukan peninjauan langsung ke lokasi yang mempunyai nilai strategis nasional. Para peserta sebagai kader pimpinan tingkat nasional ini diharapkan punya kepekaan terhadap isu lokal maupun nasional yang berkembang di suatu wilayah sebagai bagian integral Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mereka juga diharap meningkatkan wawasan kebangsaan, mendapat gambaran tentang kondisi ketahanan nasional, serta mengetahui lebih dekat tentang progres pembangunan nasional di daerah/provinsi yang dikunjungi. (yan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini