Di Genah Adhyaksa Ubud, JPU Kejari Gianyar Hentikan Penuntutan Pencurian Laptop

picsart 22 06 16 23 03 56 266
PENGHENTIAN PENUNTUTAN - Kajari Gianyar, DR. Ni Wayan Sinaryati, S.H,M.H., saat menyerahkan berkas penghentian penuntutan kepada Ketut Darmawan, di Rumah Restorative Justice, Genah Adhyaksa Ubud, Kamis (16/6/2022)

Gianyar, DENPOST.id

Setelah dibangun dan diresmikan Rumah Restorative Justice, Genah Adhyaksa di Ubud, Gianyar, oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Bali, belum lama, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Gianyar menghentikan penuntutan perkara pencurian laptop tersangka Ketut Darmawan (35) warga Banjar Batur, Desa Batubulan, Sukawati, Gianyar. Penghentian tuntutan tindak pidana pencurian karena sudah damai antara korban dengan pelaku dan disaksikan para pihak lainnya, yang dipimpim Kepala Kejari Gianyar, Dr. Ni Wayan Sinaryati, S.H,M.H di Rumah Restorative Justice Genah Adhyaksa Ubud, Kamis (16/6).

Kajari Gianyar, Dr.Ni Wayan Sinaryati, S.H,M.H., mengatakan kasus pencurian berawal dari tersangka I Ketut Darmawan (35) mengantar istrinya Dewa Ayu Sri Yuni yang bekerja sebagai tukang bersih-bersih di TK Jambe Kumara. Saat anak korban sakit, kemudian dibawa ke ruang guru. Saat tersangka Darmawan di ruang guru melihat satu buah laptop milik Kepala TK Jambe Kumara, Desak Putu Wahyuni.

Baca juga :  29 Warga Binaan Rutan Gianyar Tak Bisa Divaksin

Berselang beberapa hari, Desak Putu Wahyuni ke sekolah hendak mengambil laptop sudah tidak ada di tempat alias hilang. Korban pun melapor ke polisi. Polisi melakukan penyelidikan dan hasil rekaman CCTV mengarah kepada tersangka Dermawan.

Setelah diperiksa polisi, Dermawan mengakui perbuatannya mengambil laptop. Laptop dicuri tanpa sepengetahuan istri tersangka dan disimpan di bale daje rumah tersangka. Terhadap kasus ini hingga naik status menjadi P21 dengan menyerahkan berkas tersangka dan barang bukti dari Polsek Sukawati kepada Kejari Gianyar.

Baca juga :  Hilang Semalam, Pelajar Ditemukan Tewas Tabrak Palinggih

Di sini kemudian diadakan mediasi dengan melibatkan tersangka, keluarga tersangka, korban, tokoh masyarakat, penyidik kepolisian dan Kejaksaan. Atas berbagai pertimbangan dengan pernyataan perdamaian kedua belah pihak, serta aturan yang ada. Selain itu, penghentian tuntutan terhadap tersangka karena telah terpenuhi persyaratan sebagaimana pasal 5 ayat (1) ayat (2) dan 6 peraturan Kejaksaan No.15 tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan berdasarkan Keadilan Restorative dan Surat Edaran JAM PIDUM no.01/ EJP / 02/2020 bahwa tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana.

Tindak pidana hanya diancam dengan pidana denda atau diancam dengan pidana penjara tidak lebih dari 5 ( lima) tahun, serta nilai kerugian atau barang bukti tidak lebih dari Rp2,5 juta. “Yang terpenting telah ada kesepakatan perdamaian antara korban dan tersangka
dalam kasus ini juga didukung oleh tokoh masyarakat Bendesa Adat Jro Kuta dan Silamurti,” katanya.

Baca juga :  Deposito Rp22 Miliar Nasabah LPD Begawan Lenyap

Dalam kesempatan itu, Kajari Gianyar menyerahkan berkas penghentian tuntutan kepada tersangka. Selain itu, Kajari Gianyar menyerahkan BB berupa laptop kepada korban.

Korban Desak Putu Wahyuni sudah memaafkan keluarga pelaku dan menyatakan damai kepada tersangka dan keluarga.
Kepala TK Jambe Kumara ini mengaku juga masih tetap mempekerjakan istri tersangka disekolahnya. (116)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini