Penyebar Video Remaja Mandi Telanjang Bulat di Klungkung Ditangkap

picsart 22 06 17 20 09 14 753
VIDEO PORNO - Penyebar video porno MSW (19) dan GK (19), saat digiring ke Mapolres Klungkung, Jumat (17/6/2022)

Semarapura, DENPOST.id

Penyidik Sat Reskrim Polres Klungkung, akhirnya menetapkan empat tersangka dalam kasus penyebaran video porno yang melibatkan salah seorang remaja putri berinisial KPD (16). Keempat tersangka berinisial MSW (19), KCG (16), AEA (19) dan GK (16).

Dari empat tersangka, dua di antaranya MSW dan AEA ditahan penyidik. Sedangkan dua tersangka lainnya, yakni KCG dan GK tidak ditahan karena masih dibawah umur.

Kapolres Klungkung, AKBP I Made Dhanuardana mengatakan video porno tersebut dibuat tersangka MSW (16), yang merupakan mantan pacar korban (KPD). Sedangkan KCG, AEA dan GK berperan menyebarluaskan video porno tersebut. Video korban saat mandi telanjang bulat ini disebar secara berantai. Kasus inipun mendapat atensi pihak kepolisian setelah ada laporan dari pihak orang tua korban, I Wayan S ke Polres Klungkung.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, diketahui MSW melakukan video call dengan KPD, dan sepakat untuk mandi bareng. KPD yang sedang mandi telanjang bulat tetap berinteraksi dengan MSW melalui video call. Saat itulah tersangka MSW merekamnya, dengan aplikasi rekam layar tanpa sepengetahuan KPD. Video itu direkam berdurasi 3 menit dan 26 detik.

Baca juga :  Lima Kurir Narkoba Dibekuk di Tabanan

“MSW kepada penyidik mengaku motivasinya merekam agar di kemudian hari video itu bisa dilihat lagi,” ungkap Kapolres, Made Dhanuardana, didampingi Kasat Reskrim, Iptu Arung Wiratama, dan Kasi Humas, Iptu Agus Widiono.

Seiring waktu berjalan, MSW kemudian putus dengan korban (KPD), dan berpacaran dengan tersangka KCG. Pada,
7 Mei 2022, KCG kemudian melihat-lihat isi galeri HP milik MSW dan didapati ada video porno tersebut. KCG langsung mengirim video itu ke HP miliknya tanpa sepengetahun MSW. Dengan maksud video itu akan diperlihatkan kepada orang tua korban (KPD), mengingat tersangka KCG masih teman dari korban (KPD).

Baca juga :  Akses Jalan Tertimbun Longsor, Dua Desa di Kintamani Terisolir

Hanya saja KCG sempat mengirim video tersebut ke temannya, yakni tersangka AEA. Hal ini dilakukan dengan maksud menitipkan video tersebut. Tapi AEA justru kembali meneruskan video itu ke pacarnya berinisial GK. “GK ini alasannya penasaran minta dikirimkan video porno itu ke AEA. Setelah dikirim, malah GK menyebarkan video porno itu ke grup WhatApps. Sehingga video itu tersebar luas,” jelas Kapolres.

Baca juga :  Ibu dan Anak Terseret Arus Sungai Buleleng

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan pasal 4 ayat (1) jo pasal 29 UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang pornografi dan atau pasal 27ayat (1) jo pasal 4 ayat (1) UU RI No 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU No. 11 tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Eletronik dengan ancaman 6 tahun penjara dan denda Rp1 miliar. Walaupun kedua tersangka, yakni KCG dan GK tidak ditahan karena masih di bawah umur, keduanya tetap diproses hukum secara diversi

“Kasus ini jadi pembelajaran pada kita semua untuk lebih memperhatikan anak-anak. Serta untuk tidak membuat ataupun menyebarkan video yang berbau pornografi,” tegas Dhanuardana. (119)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini