Sempat Digigit Anjing, Seorang Warga Tegalcangkring Meninggal

picsart 22 06 14 15 30 44 244
STERILISASI - Sterilisasi anjing dilakukan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana bagian Keswan dan Kesmavet untuk mengurangi populasi anjing dan mencegah kasus rabies.

Sempat Digigit Anjing, Seorang Warga Tegalcangkring Meninggal

Negara, DENPOST.id

Kasus rabies hingga saat ini masih menghantui warga Jembrana. Seorang warga di Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, meninggal dunia pada Jumat (17/6/2032) pagi. Korban bernama I Made Su (41) dikatakan sempat digigit anjing di bagian tangan sekitar bulan Maret lalu.

Dari informasi, korban enggan memeriksakan diri atau mendapatkan penanganan gigitan anjing sehingga tidak mendapatkan penanganan VAR (vaksin Anti rabies). Sejatinya saat itu ada enam warga lainnya yang mengalami gigitan namun mereka langsung mendapatkan pengobatan dengan VAR.

Lurah Tegalcangkring, I Gusti Ngurah Eka Armadi, Sabtu (18/6/2022) saat dimintai konfirmasi membenarkan adanya salah satu warganya yang meninggal dunia dengan indikasi rabies.
Dikatakannya, dari rumah sakit juga menyatakan rabies dan sebelumnya warga ini mengalami gigitan anjing di tangan, tetapi tidak berobat.
“Saat itu memang ada kasus anjing rabies. Selain almarhum juga ada enam warga lainnya yang mengalami gigitan anjing rabies itu. Namun sudah ditangani sesuai dengan protap. Dari kepala lingkungan juga sudah menyarankan supaya berobat ke Puskesmas Mendoyo agar mendapatkan penanganan, namun almarhum tidak mau,” tambahnya.

Baca juga :  Kusnaidi, Sopir Truk Selamatkan Dua Penumpang

Karena tidak berobat, kemudian korban mengalami gejala sakit mengarah rabies pada Rabu (15/6/2022) lalu. “Semenjak almarhum digigit anjing tersebut, atau hampir tiga bulan memang tidak merasakan gejala apapun. Malah dianggap biasa,” katanya.

Hingga sekitar dua hari sebelum korban meninggal, sempat merasakan tangan yang digigit anjing terasa panas menjalar ke seluruh tubuh. Selanjutnya korban dilarikan ke RS Balimed untuk penanganan lebih lanjut.
Setelah dapat penanganan dan perawatan dari RS Balimed, korban merasa agak enak. Namun pada Jumat (17/6) pagi, sekitar pukul 10.00 Wita korban meninggal.

Baca juga :  Tolak Vaksin, Loloan Timur Terapkan Sanksi

Sementara itu, Babinsa Tegalcangkring, Serda Suwardi juga sempat melayat ke rumah korban. Pihaknya berharap warga hati-hati dengan kasus rabies yang makin banyak belakangan ini. (120)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini