Bapemperda Bahas Perbaikan Empat Nama Desa di Badung

picsart 22 06 20 15 44 37 941
PERUBAHAN NAMA - Wakil Ketua Bapemperda DPRD Badung, Nyoman Satria saat melakukan pembahasan bersama Dinas PMD Kabupaten Badung dan Bagian Hukum Setda Badung terkait rencana perubahan nama empat desa di Kabupaten Badung.

Mangupura, DENPOST.id

Empat desa mengusulkan perbaikan nama ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung. Keempat desa tersebut yakni, Desa Dauh Yeh Cani, Desa Mekar Bhuana, Desa Werdi Bhuana dan Desa Tumbakbayuh. Keempat desa ini sebenarnya telah ditetapkan di Perda 9/2015 tentang Desa dan teregistrasi di Kementerian Dalam Negeri. Namun, penulisannya keliru, sehingga ada usulan untuk direvisi karena tidak sesuai dengan filosofi desa tersebut.

Menyikapi usulan perbaikan nama empat desa tersebut, Senin (20/7/2022), Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Badung menggelar rapat dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Badung dan Bagian Hukum Setda Badung. Rapat dipimpin Wakil Ketua Bapemperda I Nyoman Satria dan dihadiri Kadis PMD Badung Komang Budhi Argawa beserta jajarannya.

Baca juga :  Permintaan Meningkat, Bandara Ngurah Rai Tambah Fasilitas Ini

Dalam rapat tersebut dipastikan bahwa revisi Perda tentang Desa untuk perbaikan nama desa ini akan diselesaikan di tingkat Bapemperda tanpa ada pembentukan Panitia Khusus (pansus) DPRD seperti perubahan Perda-Perda lainnya. Alasannya, perbaikan nama desa ini hanya sebatas menambah beberapa huruf dan penyempurnaan penulisan.

Nyoman Satria ditemui usai rapat menjelaskan bahwa perbaikan nama empat desa ini atas usulan desa. Jadi, karena hanya sebatas perbaikan nama, pembahasan hanya akan dilakukan oleh Bapemerda. “Ada empat desa mengusulkan perbaikan nama, karena dalam Perda sebelumnya salah ketik. Karena kami anggap tidak begitu rumit, jadi perbaikan Perda ini tidak dibentuk Pansus, tapi diselesaikan Bapemperda langsung,” katanya.

Baca juga :  Pancaroba, Warga Khawatir Kasus DB Kembali Meningkat

Mantan Ketua Komisi III ini juga menjelaskan bahwa tidak ada yang krusial dalam revisi Perda 9/2015 tentang Desa ini. Sebab, penyempurnaan nama sudah berdasarkan usulan masing-masing desa. “ Misalnya Desa Dauh Yeh Cani menjadi Desa Abiansemal Dauh Yeh Cani, Desa Mekar Bhuana menjadi Desa Mekar Bhuwana, Desa Werdi Bhuana yang benar itu Desa Werdi Bhuwana dan Desa Tumbakbayuh menjadi Desa Tumbak Bayuh,” kata Nyoman Satria.

Baca juga :  BNNP Bali Buru Pemasok Narkoba untuk Denny

Bila pembahasan sudah rampung di tingkat Bapemperda maka akan lanjut disidangkan dalam Sidang Paripurna DPRD Badung. Setelah ditetapkan di paripurna, baru disahkan ke provinsi dan ditindaklanjuti ke Kemendagri untuk dicatat dan dilakukan perbaikan di data Kemendagri. “Target kita pada masa persidangan kedua tahun 2022 ini, untuk perbaikan nama desa ini sudah rampung dan ditetapkan lewat Paripurna DPRD,” tandasnya. (115)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini