Dalami Unsur Kelalaian, Polisi Panggil Bos Perusahaan Bus Maut

sopir
SOPIR BUS MAUT - Sopir bus maut saat ditunjukkan ke hadapan wartawan di Polres Tabanan, Senin (20/6/2022) siang. (DenPost.id/wiadnyana)

Tabanan, DenPost.id

Penyidik Satlantas Polres Tabanan menetapkan sopir bus pariwisata, Agus Suprianto (38), menjadi tersangka kasus kecelakaan maut di jalan jurusan Denpasar-Singaraja, tepatnya di Banjar Pacung, Desa Baturiti, Kecamatan Buturiti, Tabanan, Sabtu (18/6/2022) siang. Selain itu, polisi memanggil pemilik perusahaan bus bernopol B 7134 WGA ini.

Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra, didampingi AKP Kanisius Franata, Senin (20/6/2022) mengatakan bahwa untuk memastikan kronologi tabrakan beruntun itu, pihaknya memeriksa orang saksi, mulai dari sopir bus, kenek dan penumpang. “Penyebabnya diduga akibat rem bus blong. Untuk memastikan lebih dalam, Satlantas Polres Tabanan dan Ditlantas Polda Bali masih melakukan penyelidikan secara mendalam dengan melibatkan teknisi ahli,” tegasnya.

Baca juga :  Identitas Bule Menari Bugil di Gunung Batur Akhirnya Terungkap

Ditanya apakah bus tersebut layak jalan, AKBP Ranefli mengungkapkan bahwa untuk mengetahui kelayakan bus itu, pihaknya telah memanggil pihak perusahaan. “Surat pemanggilan telah kami kirim. Kemungkinan paling lama, Kamis nanti sudah kami periksa. Pemeriksaan itu bertujuan mengetahui tahun pembuatan mobil, berapa lama beroperasi dan kelayakan jalan,” bebernya.

 

Menurut Ranefli, sebelum kecelakaan terjadi, bus yang mengangkut 45 siswa SMP Laboratorium School Unesa 2 Surabaya itu datang dari Singaraja. Dalam perjalanan, bus sempat berhenti mengantar siswa tamasya di Ulun Danu Beratan, Baturiti, Tabanan. “Selama perjalanan, kondisi bus baik-baik saja tanpa kendala. Namun setibanya di selatan Pura Puncak Kembar, Banjar Pacung, atau sebelah utara pabrik es, bus kehilangan kendali karena rem blong,” ungkapnya.

Baca juga :  Ratusan Tabung Gas Dalam KMP Dharma Rucitra III Diduga Diselundupkan Penumpang

Hingga akhirnya sejumlah mobil melintas serta yang parker, termasuk sepeda motor, dihantam oleh bus yang zig-zag. “Kendaraan roda empat yang rusak ada delapan unit dan tiga sepeda motor. Sedangkan korban luka ada delapan, seorang tewas yakni Ni Wayan Wandani dan lima lainnya turis asing. Dua turis asing asal Amerika dan Singapura masih dirawat di RS Siloam, Denpasar. Keduanya mengalami cedera cukup parah di kepala. Saat ini keduanya sadar,” tambah Ranefli.

Baca juga :  Sembuh, Ketua DPRD Sekeluarga Bebas dari Ruang Isolasi

Dalam kasus lakalantas maut tersebut, tak menutup kemungkinan ada tersangka tambahan. “Kami masih menunggu pihak perusahaan. Apakah ada kelalaian dari pihak perusahaan atau tidak? Bisa saja akan ada tersangka tambahan. Kami masih melakukan penyelidikan,” tandas Kapolres Tabanan. (yan)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini