Sopir Bus Maut: Berusaha Selamatkan Penumpang dan Pengendara Lain

sopirku
SOPIR BUS MAUT - Sopir bus maut, Agus Suprianto. (DenPost.id/wiadnyana)

SOPIR bus maut, Agus Suprianto, terlihat lesu saat digelandang dari ruang tahanan Polres Tabanan, Senin (20/6/2022) siang. Agus ditahan setelah polisi menetapkannya menjadi tersangka dalam tabrakan maut di jalan jurusan Denpasar-Singaraja, tepatnya di Banjar Pacung, Desa Baturiti, Kecamatan Baturiti, Tabanan.

“Saya berupaya menyelamatkan penumpang dan menghindari korban jiwa saat itu. Kalau saya banting stir ke kiri pasti akan menghantam tebing dan rumah warga. Jika saya banting ke kanan, banyak ada kendaraan dan saat itu sangat ramai, pasti banyak jadi korban. Saya terpaksa melaju lurus di tengah rem tak berfungsi,” kata Agus dengan nada terbata-bata.

Dia mengaku setibanya di jalan turunan di sebelah utara pabrik es, tiba-tiba rem bus yang dikemudikannya tak berfungsi. Meski ketakutan, dia mengatakan tetap berusaha tenang. Mobil melaju zig-zag untuk mengurangi kecepatan. “Saya sempat menghantam mobil Terrios dan Suzuki AVP, namun bus tetap melaju. Hingga saya melihat ada celah di halaman rumah makan (Antaboga) sehingga saya arahkan bus ke sana hingga menghantam bale bengong dan berhenti tepat di bibir jurang,” imbuhnya.

Baca juga :  Dirut RS Unud: Waspadai Penularan Hepatitis Akut dari Arus Balik

 

Menurut Agus bahwa saat kejadian, dia sengaja mengambil jalur tengah untuk menghindari banyak korban. Namun di sepanjang Jalan Raya Banjar Pacung, terjadi kemacetan karena kendaraan banyak yang diparkir di sisi kiri dan kanan jalan. “Saya hanya berupaya tenang dan berpikir menyelamatkan penumpang dan pengendara lain. Saat itu laju bus kira-kira 30 kilometer per jam,” bebernya dengan nada ragu-ragu.

Ditanya mengenai banyaknya kendaraan warga Banjar Pacung yang parkir sembarangan di sisi kanan dan kiri jalan, Kasat Lantas Polres Badung AKP Kanisius Franata mengatakan bahwa masalah itu telah ditangani oleh Polsek Baturiti. “Pihak polsek telah berkoordinasi dengan warga setempat agar tidak memarkir kendaraan di pinggir jalan,” tegasnya.

Baca juga :  Bupati Tabanan Beri Pakan Monyet Alas Kedaton

Sebelumnya DenPost memberitakan aparat Ditlantas Polda Bali dan Satlantas Polres Tabanan menggelar rekonstruksi kasus kecelakaan bus pariwisata yang menghantam belasan mobil dan motor di Jalan Raya Banjar Pacung, Desa Baturiti, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Minggu (19/6/2022). Rekonstruksi dimulai siang hingga sore usai petugas polantas menderek bodi bus yang terperosok ke jurang di bawah Rumah Makan Anantaboga.

Salah seorang anggota Polantas Polres Tabanan yang ditemui di lokasi kejadian mengatakan rekonstruksi dilakukan oleh Ditlantas Polda Bali untuk mengukur jarak turunan atau kemiringan jalan di lokasi kejadian. Rekonstruksi juga untuk mengetahui lokasi awal bus mengalami rem blong.

Dilanjutkannya, bus diperkirakan mengalami rem blong setelah melintas di jalan turunan di selatan Pura Puncak Kembar di Banjar Pacung atau beberapa meter di utara pabrik es di utara pemukiman warga. “Sebab dari lokasi itu bus melaju zig-zag. Rem kaki dan tangan bus sudah keras membantu. Pengemudi juga tidak bisa memindahkan persneling ke gigi satu karena rontok kembali ke posisi netral akibat tekanan bus yang melaju kencang di jalan turunan,” beber petugas tersebut.

Baca juga :  Gubernur Koster Buat Kebijakan Baru Pengelolaan SMA, SMK, dan SLB

Sementara, bus yang terperosok ke jurang baru bisa dievakuasi pada Minggu pagi setelah ditarik dengan dua unit mobil derek. Sedangkan tujuh mobil dan motor yang rusak parah akibat diseruduk bus, diletakkan sementara di halaman pabrik es. “Jenis mobil yang ringsek yakni Toyota Avanza, Alya, dua Suzuki Swift, Feroza, APV dan Honda CRV. Sedangkan lima mobil lainnya telah dibawa pulang oleh pemiliknya karena kondisi kerusakannya tidak terlalu parah. Total ada 12 mobil dan tiga motor yang ditabrak oleh bus pariwisata itu,” tegasnya. (yan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini