Rekomendasi Pembelian Solar Nelayan Kembali Diberikan

picsart 22 06 21 16 37 32 981
SOSIALISASI - Kepala Dishublutkan Jembrana, I Ketut Wardana Naya, didampingi Kepala Desa Pengambengan, Kamaruzaman, Selasa (21/6/2022) langsung mengadakan sosialisasi dan bertatap muka dengan para pemilik kapal di Kantor Desa Pengambengan teekait BBM bersubsidi.

Negara, DENPOST.id

Rekomendasi BBM bersubsidi kembali diberikan Dinas Perhubungan, Perikanan dan Kelautan Kabupaten (Dishublutkan) Jembrana setelah sempat dihentikan karena ada kasus dugaan penimbunan solar.
Kepala Dishublutkan Jembrana, I Ketut Wardana Naya, didampingi Kepala Desa Pengambengan Kamaruzaman, Selasa (21/6/2022) langsung mengadakan sosialisasi dan bertatap muka dengan para pemilik kapal di Kantor Desa Pengambengan.

Wardana Naya mengatakan, setelah sebelumnya melalui proses akhirnya pihaknya mengeluarkan rekomendasi BBM bersubsidi mulai Rabu (22/6/2022).
Akan tetapi para nelayan juga harus mengikuti 3 syarat yang diajukan yakni surat rekomendasi BBM bersubsidi hanya bisa dilakukan sesuai jam kerja. Kedua, pemegang surat rekomendasi saat membeli solar di SPBN, SPBU agar langsung dibawa ke kapal dan tidak dibenarkan disimpan di gudang ataupun di rumah. Syarat ketiga, permohon rekomendasi BBM bersubsidi agar sesuai dengan peraturan Badan Pengatur Hilir Minyak Gas Bumi RI nomor 17 tahun 2019.

Baca juga :  Giliran Mantan Kaling Asih Dilimpahkan

Setelah ketiga syarat tersebut dibacakan, akhirnya pemilik kapal yang hadir langsung setuju.
Salah seorang perwakilan dari nelayan, Ketut Sumejaya mengaku terbantu dengan dikeluarkannya rekomendasi BBM bersubsidi jenis solar dari Dishublutkan Jembrana untuk kapal yang 30 GT ke bawah, sehingga melayan-nelayan kecil bisa kembali bekerja.

Dia juga menampik dugaan penimbunan BBM yang dilakukan salah seorang nelayan. “Saya selaku nelayan merasa itu tidak ada unsur penimbunan, karena tidak mengambil keuntungan, itu hanya difungsikan untuk kapal dan perahunya sendiri. Padahal saat itu BBM bersubsidi jenis solar susah didapat,” terangnya.
Ia mengaku akan tetap mengikuti aturan. Untuk kapal yang 31 GT ke atas, pihaknya tetap tidak memakai subsidi.

Baca juga :  Polsek Mendoyo Amankan Pelaku Prank Pocong

Dia juga mengaku menyadari kalau solar yang tidak bersubsidi dipakai untuk industri. “Kami tetap berharap agar kapal 31 GT ke atas mendapatkan BBM bersubsidi. BBM bersubsidi dihentikan dikarenakan ada proses hukum dari nelayan sudah berlangsung selama 4 setengah bulan, sehingga para nelayan sulit mendapatkan rekomendasi,” harapnya. (120)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini