Harga Babi Anjlok, Peternak Mengeluh

picsart 22 06 22 17 31 35 395
KELUHAN - Ketua Komisi II DPRD Jembrana, I Ketut Suastika, saat menerima keluhan dari peternak.

Negara, DENPOST.id

Belakangan ini para peternak di Kabupaten Jembrana khususnya ternak babi mengeluhkan anjloknua harga babi.
Rusaknya harga babi menyusul munculnya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).

Kondisi ini menjadi perhatian Ketua Komisi II DPRD Jembrana, I Ketut Suastika. Rusaknya harga babi membuat para peternak kecewa, sehingga mereka berharap perhatian khusus dari pemerintah. Terlebih, peternakan dan pertanian menjadi alternatif pendapatan di Bali sejak guncangan dampak pandemi di Bali.

Baca juga :  The Melaya Villas Siap Menyambut Pelancong

Suastika, Rabu (22/6/2022) mengatakan, anjloknya harga jual hasil ternak atau pertanian di tingkat petani atau peternak sangat disesalkan. Pihaknya meminta agar pemerintah turun tangan dan bila ada oknum-oknum yang bermain agar ditindak.

Dikatakannya, banyak warga yang bekerja di sektor pariwisata saat pandemi pulang ke kampung dan beralih ke sektor pertanian atau peternakan. Semisal memelihara ternak termasuk babi dan sapi. Namun, di saat mereka panen malah dihantam dengan harga anjlok.

Baca juga :  Minggu, Kasus Covid-19 di Jembrana 38 Orang

Suastika berharap ada upaya untuk menjaga pasar agar harga tetap stabil. Terlebih beberapa wilayah di luar Bali masih sangat tergantung dengan hasil produksi warga Bali. Misalnya ternak babi dan sapi yang notabene sangat dibutuhkan di Pulau Jawa dan lainnya.
Menurutnya, para peternak harus mendapat perlindungan terutama dalam hal pascapanen. “Jangan sampai ada oknum-oknum yang berkepentingan menghancurkan harapan para peternak ini,” ujarnya.

Baca juga :  Polres Jembrana Terapkan Aplikasi PeduliLindungi, Ini Kata Kapolres

Para pengusaha pengiriman ternak antarpulau juga diharapkan tidak mempersulit.
Apalagi Suastika menduga ada oknum aparat yang terkesan mencari kesalahan pengusaha pengiriman ternak, sehingga mereka ketakutan mengirim ternak keluar Bali. “Saya berharap agar harga stabil baik menjelang dan setelah hari raya. Di momen hari raya, para peternak bisa mendapatkan hasil lebih. Hal ini agar jangan dipersulit,” tandasnya. (120)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini