Tekan Kasus Rabies, Pemkab Jembrana Gandeng AIHSP

picsart 22 06 23 12 43 20 458
RABIES - Pertemuan terkait penanggulangan penyakit rabies.

Negara, DENPOST.id

Kasus rabies di Kabupaten Jembrana masih marak. Bahkan beberapa warga meninggal dunia diduga akibat gigitan anjing rabies.
Guna menanggulangi penyebaran rabies,
Pemerintah Kabupaten Jembrana menjalin kerjasama dengan Australia Indonesia Health Security Partnership (AIHSP).

Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, saat bertemu jajaran  AIHSP, Rabu (22/6/2022) mengaku akan berusaha semaksimal mungkin menanggulangi rabies.
Tamba menyampaikan apresiasi kepada AIHSP karena dengan kerjasama ini akan mempercepat penanganan rabies di Jembrana.
“Saya berterima kasih kepada tim AIHSP yang nantinya bisa membantu kami Kabupaten Jembrana, yang efektif ingin saya lakukan adalah gerakan sosialisasi. Ada kecenderungan masyarakat ketika digigit anjing mereka menganggap aman-aman saja, anjing tersebut tidak mengidap rabies atau penyakit lainnya,” kata Tamba.

Baca juga :  New Normal, Ini Harapan Pengusaha Warung Wisata

Dia menambahkan, sosialisasi terhadap bahaya rabies harus dilaksanakan dari tingkat terbawah dan perlu adanya sosialisasi melalui media sosial.
“Untuk osialisasi ini saya akan mengundang juru arah dari tingkat yang paling terbawah, kelian adat dan kelian Dmdinas serta kepala desa dan bendesa adat termasuk para camat. Ada konten video ciri-ciri dan bahaya dari hewan yang terjangkit rabies yang akan kita launching di media sosial agar bisa dikenali oleh masyarakat,” imbuhnya.

Bupati asal Kaliakah ini juga menyampaikan bahwa penyakit rabies merupakan jenis penyakit yang tidak secara langsung menampakan gejalanya. “Ini klasifikasi penyakit yang sifatnya saat digigit tidak seketika itu meninggal, walaupun ada masa inkubasi bisa satu sampai tiga bulan. Ini hal-hal yang perlu kita cermati. Khusus untuk penyakit-penyakit yang seperti ini (rabies) harus terus dimonitor, menjadi cacatan khsusnya untuk terus dikunjungi dan dipantau. Ini terobosan-terobosan yang kita lakukan untuk Kabupaten Jembrana,” tandasnya.

Baca juga :  Warga Tuwed Ditemukan Membusuk di Dalam Kamar

Deputi Team Leader AIHSP, Isradi Alireja, menyampaikan bahwa AIHSP merupakan kemitraan Pemerintah Australia dan Pemerintah Indonesia untuk menguatkan sistem ketahanan kesehatan. “Jadi kami menggunakan pendekatan integrasi antara kesehatan manusia, kesehatan hewan dan kesehatan lingkungan khususnya satwa liar. Ini menyangkut banyaknya penyakit zoonosis, penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia yang bisa menyebabkan pandemi contohnya seperti Covid-19 yang kita saat ini alami,” ujar Isradi.

Baca juga :  PKK Jembrana Pantau Vaksinasi Covid-19 Bagi Disabilitas

Lebih lanjut dikatakan, terkait dipilihnya Jembrana menjadi mitra program AIHSP, Isradi mengungkapkan ada beberapa peninjauan yang dilakukan. “Ada beberapa pertimbangan. Kami kemitraan yang didampingi oleh Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pertanian, jadi beberapa indikatornya menggunakan indikator pembangunan manusia dan analisis epidemiologis atas penyakit-penyakit yang mungkin muncul, seperti sekarang di Jembrana sedang menghadapi rabies,” jelasnya. (120)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini