Korban Meninggal Lakalantas Terima Klaim Jaminan Kecelakaan dari BP Jamsostek

picsart 22 06 23 14 28 01 593
SANTUNAN - Ahli waris almarhumah Ni Made Sri Rahayu saat menerima santunan atau klaim jaminan kecelakaan dari BP Jamsostek.

Renon, DENPOST.id

Ni Made Sri Rahayu mendapatkan klaim jaminan kecelakaan kerja Rp 597.510.060 dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) Denpasar. Rahayu yang bekerja sebagai helper atau cleaning service di Perusahaan Bukit Kembar Permai meninggal dunia usai mengalami kecelakaan lalu lintas.

Kepala BP Jamsostek Denpasar, Opik Taufik, mengatakan, Rahayu mengalami kecelakaan saat berangkat bekerja dari rumahnya dan mengalami kecelakaan lalu lintas pada 22 Februari 2022. Kemudian dia mendapatkan pertolongan medis dan dirawat inap di RSUP Sanglah dengan penjaminan dari BPJS Ketenagakerjaan selama 46 hari. “Selama dirawat hingga akhirnya meninggal, almarhumah menghabiskan biaya sebesar Rp 301.031.700. Karena dia merupakan peserta aktif dari BPJS Ketenagakerjaan sejak 2010, seluruh biaya perawatan ditanggung BP Jamsostek,” katanya, Kamis (23/6/2022).

Baca juga :  Harumkan Bali Lewat Prestasi Nasional, Mantan Atlet Angkat Berat dan Binaraga Rai Supartha Tutup Usia

Menurut Taufik, santunan Jaminan Kecelakaan Kerja meninggal yang dibayarkan oleh BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bali Denpasar sebesar 48 kali gaji yang dilaporkan yakni sebesar Rp 137.200.000, manfaat JHT sebesar Rp 14.598.360 dan manfaat JP berkala yang akan dibayarkan setiap bulan sebesar Rp 363.300.

Sedangkan untuk kedua anak almarhumah yang masih bersekolah saat ini akan mendapatkan manfaat beasiswa hingga nanti lulus kuliah sebesar Rp 141.000.000. “Total manfaat yang diterima oleh ahli waris sebesar Rp 597.510.060 dan manfaat pensiun sebesar Rp 4.359.600 / tahun,” bebernya.

Baca juga :  Bebas Bersyarat, Duo Residivis Kembali Diciduk

Taufik mengatakan, klaim jaminan kecelakaan kerja ini merupakan bukti pentingnya perlindungan BP Jamsostek terhadap masyarakat yang bekerja, baik itu pekerjaan formal maupun informal.
“Hal yang dialami oleh almarhumah Ni Made Sri Rahayu merupakan risiko pekerjaan yang tidak pernah kita tahu kapan akan datang. BP Jamsostek memberikan manfaatnya yang masuk dalam program Jaminan Kecelakan Kerja. Adapun manfaat dari Jaminan Kecelakaan Kerja ini berupa biaya pengobatan kepada peserta hingga dinyatakan sembuh, atau cacat atau meninggal dunia oleh dokter,” paparnya.

Baca juga :  Dewan Dorong Denpasar Realisasikan SMPN 14

Selain itu, lanjut Taufik, ada Santunan Sementara Tidak Mampu Bekerja (STMB) yaitu berupa upah yang dibayarkan kepada peserta selama peserta belum bisa aktif bekerja. “Apabila peserta meninggal dunia, maka ahli waris akan mendapatkan santunan kematian sebesar 48 kali upah yang dilaporkan, ditambah dengan beasiswa bagi yang memiliki anak yang masih sekolah (maksimal 2 anak) yang akan diberikan setiap tahunnya sampai dengan pendidikan tingkat perguruan tinggi. Besaran santunan berbeda di setiap jenjang pendidikan. Untuk pendidikan SD diberikan Rp 1,5 juta setiap tahun, SMP Rp 2 juta/tahun, SMA Rp 3 juta/tahun, dan perguruan tinggi Rp 12 juta/tahun,” tandasnya. (124)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini