Pascakenaikan Harga Pakan, Peternak Ayam Petelur Menjerit

picsart 22 06 23 19 09 40 037
TERNAK TELUR - Salah satu peternakan ayam petelur di Kecamatan Negara.

Negara, DENPOST.id

Covid-19 membawa dampak di segala lini. Demikian juga di sektor tenaga kerja, banyak pekerja yang dirumahkab dan di PHK beralih profesi dari pekerja menjadi peternak dan petani.
Salah satu usaha yang banyak digeluti, yakni peternakan ayam petelur.

Peluang ini sebelumnya cukup menjanjikan. Namun yang menjadi kendala adalah harga pakan ayam yang mengalami peningkatan. Terutama bahan pakan berupa sentrat yang hingga hari ini terus meningkat.

Sebelumnya, harga pakan berkisar Rp317 ribu sampai Rp325 ribu per zak isi 50 kg mengalami kenaikan menjadi Rp345 ribu sampai Rp350 ribu per zak. Banyak peternak ayam petelur di daerah Jawa dan juga Bali, kolap tidak bisa meneruskan usahanya dan sebagian mereka tidak bisa melanjutkan peternakannya dikarenakan tingginya harga pakan ayam.

Langkanya telur di wilayah Jawa, membuat banyak pengusaha di Bali yang mengirim telur ke Jawa. Wahyu, salah seorang peternak ayam petelur di Banyubiru, Kecamatan Negara, Kamis (23/6/2022), mengatakan kenaikan harga pakan ayam membuat dia sempat hampir frustasi. “Harga pakan naik tapi harga telur masih standar,” jelasnya.

Baca juga :  Motor Pinjaman Tertinggal di TKP, Pencurian Ratusan Besi Akhirnya Terungkap

Dikatakan dari informasi temannya dari Jawa, kenaikan harga pakan ayam dikarenakan di sana terjadi over populasi, telur melimpah disaat pandemi.
Padahal saat itu, terjadi pembatasan kegiatan jadinya permintaan telur menjadi sedikit.

Saat terjadi kenaikan pakan ayam, lanjut Wahyu, dirinya tidak berani gegabah untuk memenagement usahanya, sedikit ada kesalahan tidak bisa menutup kerugian biaya oprasional.

Dia mengaku beruntung saat musibah yang terjadi sebelum hari raya, hasil produksi telur yang dihasilkan ayam mencapai puncaknya. Di mana, perhari mendapatkan 64 krat butir telur dari 2.200 ekor yang dimiliki di kandang. Wahyu mengaku dia sempat hampir menyerah ketika harga pakan naik. “Saya bertahan dan tetap tidak mengurangi porsinya campuran pakan, kalau dikurangi nanti ayam tidak mengsilkan telur secara maksimal,” tuturnya. (120)

Baca juga :  UMKM Jembrana Didorong Lebih Kreatif di Masa Pandemi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini