Alat Berat Ditahan Polisi, Ipung Bakal Bersurat ke Mabes Polri

picsart 22 06 24 08 30 50 897
BATAL - Upaya penutupan akses di Jalan Tukad Punggawa, Kampung Bugis, Desa Serangan, Denpasar Selatan, batal.

Serangan, DENPOST.id

Sengketa lahan antara salah seorang warga Kampung Bugis, Desa Serangan, dengan Pemerintah Kota Denpasar masih bergulir. Pemilik lahan, Siti Sapurah alias Ipung yang hendak menutup akses di Jalan Tukad Punggawa, Kampung Bugis, Desa Serangan, Denpasar Selatan, batal melakukan aksinya. Hal itu dikarenakan aparat kepolisian menahan alat berat yang dibawa Ipung ke lahan yang disengketakan.

Rencana penutupan akses jalan tersebut merupakan buntut dari somasi yang dilayangkan Ipung ke Pemerintah Kota Denpasar dan Desa Adat Serangan, beberapa waktu lalu. Ipung merasa keberatan lantaran tanah warisan orang tuanya dipakai jalan umum dan diaspal. “Sebagai rakyat jelata saya menuntut keadilan ke penguasa. Saya berupaya memperjuangkan keadilan untuk mempertahankan tanah warisan leluhur saya,” kata Ipung, Kamis (23/6/2022) sore.

Baca juga :  Gianyar, Adnyanawati dan Kutha Dilarang Gunakan Unsur PDIP

Terkait penyitaan alat berat oleh polisi, Ipung yang juga merupakan aktivis perlindungan anak dan perempuan itu mencurigai ada pihak-pihak yang berupaya menggagalkan rencana penutupan akses jalan yang dibangun di tanahnya. Dia menduga, Pemerintah Kota Denpasar menggunakan aparat sebagai juru bicara (jubir) untuk membatalkan penutupan akses jalan tersebut. “Saya sudah terima permohonan Bapak Kapolresta Denpasar lewat petinggi yang lain datang ke kantor saya. Saya diminta jangan menutup jalan saat Hari Raya Galungan dan Kuningan. Karena di Pura Sakenan banyak umat Hindu yang melakukan persembahyangan dan saya menyetujui permintaan itu. Saya juga tidak mau mengganggu proses persembahyangan. Dan saya melakukan penutupan jalan setelah upacara keagamaan selesai. Tapi mengapa masih dihalangi? Padahal saya sudah meminta perlindungan hukum ke pihak kepolisian sebagai warga negara,” bebernya.

Buntut dari penyitaan alat berat itu, Ipung mengaku akan membuat laporan ke Mabes Polri dalam waktu dekat ini dengan penyertaan beberapa bukti. “Saya merasakan bagaimana menjadi rakyat jelata yang sulit mencari perlindungan hukum di negeri ini,” ucapnya.

Baca juga :  Polda Periksa Saksi Mafia Tanah Sesetan, BPN Panggil Pujiama, Padma Mangkir

Sementara itu, Kapolsek Denpasar Selatan, Kompol Made Teja Dwi Permana, membantah terkait tudingan Ipung yang mengatakan pihak kepolisian sebagai juru bicara pihak Pemkot. Dalam kasus tersebut, Teja mengaku pihaknya berupaya untuk menjaga keamanan dan situasi kondusif di wilayah Serangan. “Kami murni menjaga keamanan dengan cara memediasi kedua belah pihak,” katanya.

Teja menjelaskan, pihak kepolisian menginginkan situasi agar tetap aman dan kondusif di seputaran lokasi. Dan pihaknya khawatir jika warga tidak menerima adanya kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh pihak Ipung. “Karena jalan itu sering dilalui warga, jika ditutup, tentunya warga akan berkeberatan. Seperti yang disampaikan oleh Pak Lurah sama Kaling-kaling di sana, mengharapkan agar akses jalan itu tidak sampai ada penutupan,” tegasnya. (124)

Baca juga :  Soal Hubungan Dengan Tiongkok, Begini Kata Gubernur Bali

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini